Kamis, 26 Agustus 2010

Bermain Baseball Di Posisi Outfield

Perlunya Memiliki Dasar Fundamentals

Ketika menyaksikan pertandingan pertandingan di Liga Utama Amerika acap merasa takjub kurangnya dasar dasar fundamental yang dimiliki pemain di outfield. Di sebuah pertandingan World Series antara Giants dan Angels seorang pelari berhasil menghasilkan angka dari pukulan lambung yang masih terhitung dekat di lapangan kanan hanya karena outfielder itu memainkan bola secara sangat tidak baik. Bukanlah tangkapan yang terlalu sulit, dan juga ia tidak disilaukan karena menghadapi matahari. Yang dilakukannya ialah bersantai mendekati bola dan sedang mundur ketika dia menangkap bola pukul itu. Pelari sangat menyadari adanya peluang dan mencetak angka yang kalau outfielder dalam keadaan waspada, siaga dan cekatan ia tak mungkin dapat mencetak angka itu. Ini bukan satu satunya contoh permainan buruk outfielder, kita dapat menyaksikannya hampir setiap hari di pertandingan Liga Utama. Yang tidak dapat dipahami adalah mengapa para manajer Liga Utama itu dapat mentolerir permainan buruk yang terjadi di outfield. Para manajer itu tak akan mau kompromi jika permainan buruk itu dilakukan di infield oleh para infielder. Bukan berarti bahwa tidak ada pemain bertahan diposisi outfield yang bermain hebat, namun Cuma ingin menyatakan bahwa tampaknya standar permainan di posisi outfield tampaknya lebih rendah.
Pembaca boleh setuju atau tidak sepakat, bagaimanapun juga kita lalu bertanya tanya apa urusannya opini ini dengan kepelatihan baseball untuk pemain belia? Tentu ada hubungan dengan nilai dan prioritas yang ditempatkan oleh coach guna membina pemain bertahan di outfield yang paling kokoh. Jika permainan bertahan di level pemain dan di regu profesional standarnya demikian tidak berkwalitas, lalu bagaimana dengan yang ada di kalangan pemain dan regu baseball belia?
Banyak coach “menyembunyikan” pemain pemain yang kurang berkwalitas di posisi outfield dengan harapan bahwa mereka tidak akan perlu banyak memainkan bola. Bukan dengan maksud agar coach memindahkan pemain terbaik yang dimiliki seorang coach untuk bermain di posisi lapangan kanan atau kiri (right atau left field), namun amat dianjurkan untuk mengajarkan keterampilan bermain di outfield seraya meningkatkan kwalitas yang diharapkan. Dijamin keterampilan regu itu dalam permainan bertahan di outfield akan terangkat. Coach harus menyadari bahwa permainan di outfield dapat ditingkatkan secara drastis dengan merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem yang memberi tekanan pada betapa pentingnya permainan di outfield agar regu itu dapat lebih cemerlang.

Pengharapan Coach dan Pemain

Akibat para pemain di posisi outfield memang lebih jarang mendapat bola sehingga jarang mendapat peluang memainkannya, maka akan lebih sulit bagi pemain itu untuk secara mental senantiasa fokus pada pertandingan yang sedang berlangsung. Ada keyakinan kita pernah melihat bola terpukul ke outfield dan pemain yang berjaga disitu justru sedang tidak konsentrasi dan bahkan sedang mengelamun. Kendatipun memalukan, namun juga sangat mudah dipahami. Coach perlu sekali mencoba mendefinisikan kembali apa makna “beraksi” bagi pemain pemain itu. Bagi kebanyakan pemain, beraksi artinya ada kesempatan untuk melakukan sebuah permainan dengan bola. Coach perlu mencoba meyakinkan pemain bahwa beraksi itu sebuah tindakan untuk berada pada posisi untuk dapat memainkan bola. Akan diperlukan kesigapan dan senantiasa mengawasi pertandingan dan harus dapat dilakukan pada setiap permainanyang terjadi di sebuah pertandingan, tanpa memperdulikan apakah pemain itu menyentuh bola atau tidak. Jika pemain sama yakinnya dengan coach tentang definisi “beraksi” maka coach akan lebih dapat mencapai keinginan agar para outfielder akan senantiasa siap memainkan setiap permainan sepanjang sebuah pertandingan.

Mengubah Keinginan atau Harapan Menjadi Kenyataan

Membuat definisi berbeda dengan mewujudkan kenyataan. Coach selalu verupaya agar outfiledernya selalu fokus. Di bagian yang membahas Hampiran Pendekatan, pemain menyiapkan diri pada setiap lemparan pitch. Agar outfielder tetap fokus, maka langkah berikut adalah mendefinisikan peranan outfielder termasuk apa yang diharapkan dapat dia lakukan. Setiap pemain di lapangan memiliki peranannya masing masing dan pada setiap permainan selama pertandingan yang juga mencakup peran para outfielder.
Sebuah contoh yang sering kita lihat terutama di liga liga pemain belia. Ada sebuah lemparan ke base yang terlalu tinggi sehingga tak terjangkau dan bola menggelinding ke outfield sedangkan outfielder hanya berdiri saja di posisinya sehingga pelari dapat mengambil satu atau bahkan dua base tambahan. Coach meneriaki para outfielder, “Mengapa tak kau bantu jaga base itu?” Pemain hanya mengangkat bahu dan kembali ke posisinya masing masing. Mereka tak memiliki jawaban. Boleh jadi pernah dibicarakan pada sebuah sesi latihan, tetapi mereka belum pernah turut menjaga di belakang base di sebuah pertandinganpun sedangkan coach tak pernah berkata sepatah katapun. Bagaimana mereka akan tahu bahwa akan terjadi sebuah lemparan yang melewati kepala penjaga base?
Walaupun coach pernah membahas tentang pentingnya turut menjaga di belakang base ketika sedang latihan; kalau dia tak mengatakan apapun juga ketika latihan itu tidak dipraktekkan sehingga bola tak berhasil dikuasai, maka coach telah meremehkan betapa pentingnya untuk turut jaga (mem-back up) base. Di bagian “Mendukung Base (Backing Up) maka ada bahasan dimana pemain harus mengambil posisi di setiap permainan. Ada saat dimana lebih penting untuk memberi tekanan betapa pentingnya outfielder tetap siaga dan waspada sehingga dapat sewaktu waktu membantu regunya di setiap permainan. Hanya dengan mengatakannya beberapa kali tidaklah cukup. Coach harus memberi umpan balik positip selama latihan dan juga ketika bertanding ketika pemain itu bergegas mencari posisi yang terbaik untuk membantu timnya.

Saran Coaching

  • Beri tekanan betapa pentingnya agar outfielder mencoba melibatkan diri di setiap permainan.

  • Beri umpan balik positip selama latihan atau ketika bertanding jika outfielder berada di posisi yang benar (baik ketika keterlibatannya dibutuhkan maupun ketika TIDAK diperlukan).

  • Jika dia tidak berada di posisi yang benar, bahaslah ketika jeda inning sehingga mereka mengerti benar apa yang diharapkan dari mereka.

  • Sadarilah bahwa akan perlu waktu bagi pemain untuk belajar kemana harus mencari posisi pada pelbagai situasi permainan.

  • Tentukan posisi tertentu kemana mereka harus berada jika bola tidak terpukul ke arahnya. Lihat Mendukung Base (Backing Up)

Di penghujung tulisan tentang posisi outfield ini membahas keterampilan yang harus dimiliki outfielder yang bagus. Masih terlalu sering dimana keterampilan sudah terbina tetapi anak anak pemain masih gagal melaksanakan dan mengerjakan keterampilan itu karena pemain itu tidak fokus pada pertandingan. Di bagian Hampiran Pendekatan dan Mendukung Base (Backing Up) diberikan beberapa siasat agar para outfielder tetap “ada” di pertandingan.

Hampiran Pendekatan

Petunjuk Untuk Pemain

Keberhasilan bermain di posisi outfield berawal dari melakukan banyak pengulangan. Akan perlu waktu cukup lama dan banyak latihan untuk berhasil menjadi pemain outfielder pertahanan yang bagus. Upayakan agar mendapat latihan yang menyenangkan agar tidak merasa bosan. Tantang diri sendiri dan rekan rekan untuk melakukan permainan permainan yang sulit selama berlatih dan di waktu luang sempatkan dirimu melakukan permainan permainan itu seakan akan dalam sebuah pertandingan. Ada beberapa permainan mengasyikkan dan cukup spektakuler yang dapat dilakukan di outfield, siapkan dirimu baik baik untuk dapat melakukannya.

Senantiasa Siap Waspada

Kadangkala senantiasa waspada dan siap ketika berada di outfield akan sulit dilakukan. Pemain harus tetap fokus untuk bermain di outfield. Mungkin ada beberapa inning dimana pemain di outfield tak mendapat kesempatan menyentuh bola sehingga pemain jenuh dan bosan. Salah satu cara untuk fokus ialah menemukan rutin yang dapat digunakan ketika bermain dan bertanding. Rutin itu akan membuat pikiran pemain melanglang-buana kemana mana dan akan membuatnya senantiasa sigap waspada. Dibawah ini beberada contoh rutin yang dapat dilakukan outfielder.
Contoh Rutin
  • Pra Bertanding
  1. Visualisasi – pemain membayangkan dirinya melakukan aneka permainan (plays) di pertandingan hari itu. Dari mulai melakukan tangkapan lewat atas bahu sambil berlari mundur sampai melempar mati pelari di plate. Melihat lemparan pitch, pukulan batter, reaksi pemain dan kegemilangannya sendiri karena telah berhasil. Berharap hari ini ada peluang melakukan permainan permainan itu.
  2. Periksa lapangan – apakah ada daerah yang dapat menimbulkan masalah? Adakah jalur peringatan (warning track) yang dapat dirasakan berbeda atau terdengar berbeda oleh pemain? Adakah cukup ruang di daerah foul?
  • Ketika jeda inning
  1. Siapa yang akan mendapat giliran pukul pada inning berikut dan apa saja yang telah mereka lakukan dan kerjakan sebelumnya.
  2. Berapa kedudukan angka? Inning keberapa? – Untuk menentukan tingkat keagresipan pemain pada situasi situasi tertentu.
  • Sebelum pemukul mendapat giliran pukul
  1. Bagaimana situasinya? Berapa mati, berapa pelari di base, dimana dan kedudukan angka.
  2. Siapa hitter yang sedang dapat giliran? Apa yang sudah dia hasilkan sebelumnya?
  • Sebelum setiap lemparan pitch
  1. Berapa hitungan pitch?
  2. Apa kira kira yang akan dilakukan oleh lawan? Curi base, pukul-lari (hit and run), pukulan ketok (bunt).
  3. Dimana pemain harus berposisi pada setiap situasi itu?
Temukan dan lakukan rutin pemain sendiri. Sesuatu hal yang akan membuat pikirannya senantiasa bekerja dan berfungsi sehingga selalu fokus pada pertandingan. Peluang melakukan permainan tak akan muncul setiap inning, namun ketika peluang dan kesempatan itu ada, pemain harus sudah siap siaga.

Saran Untuk Coach Pemain Belia

Tergantung pada usia anak anak pemain, coach dapat mengajarkan sebagian rutin saja. Setiap tahun, mereka dapat lebih belajar lebih banyak lagi. Dengan mengajarinya rutin di masing masing posisi maka coach dapat membuat mereka lebih memahami permainan baseball. Awali dengan pelajaran memberi dukungan (back-up) sebuah base. Anak anak sangat menggandrungi berlari lari dan dengan pelajaran memberi dukungan ke sebuah base pada permainan tertentu, maka mereka dapat berlari lari dan juga belajar membuat keputusan dimana mereka harus mencari posisi. Walaupun sekiranya dia tidak berlari ke tempat yang benar, mereka tetap dapat berlari lari dan mencoba menanggapi setiap permainan. Dan hal itu tentu saja sebuah peningkatan daripada berdiri dan berdiam diri saja seraya memandang ke langit yang akan membuat mereka bosan.

Posisi Awal

Ambil posisi atletis. Banyak terjadi para outfielder berdiri tegak atau memposisikan tubuh atasnya ditopang oleh kedua lututnya ketika pitcher melempar pitch. Para outfielder ini tidak akan siap siaga menyerbu bola. Pemain outfield harus bersiaga sama seperti pemain infield. Perbedaan utama pada sikap outfielder dari infielder ialah bahwa outfielder tidak perlu membungkuk terlalu dalam. Bengkokkan kedua lutut, kedua kaki berjarak selebar bahu, lengan dibengkokkan dan diposisikan didepan tubuh.

Saat Lemparan Pitch

Ketika pitcher melempar pitch, ambil sikap siaga bergerak. Berat badan bertumpu di telapak kaki (bukan tumit), sehingga pemain siap bertolak bergerak ke segala arah. Dari posisi atletis berpindah ke posisi siap, gunakan gerakan tertentu. Ambil langkah lompatan kecil guna mengambil posisi siaga, atau ambil langkah langkah kecil ke depan dengan meindahkan bobot tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain. Apapun gerakan yang dipilih pemain, pilihlah saat yang benar sehingga bobot tubuh dapat disebar secara merata dan bertumpu di atas telapak kaki ketika bola lemparan pitch melintas di atas plate.
Gambar di sebelah kanan menunjukkan langkah geser ke depan dilakukan pemain untuk mengambil posisi siaga. Perhatikanlah bahwa kedua tangan TIDAK diletakkan diatas lutut ketika di posisi siaga itu. Juga tidak perlu mengulurkan tangan ke depan sejauh yang ditunjukkan gambar itu, namun kedua tangan berada di posisi yang memungkinkan pemain bergerak cepat.

Mendukung Base (Backing Up)
Salah satu cara terbaik untuk tetap siaga di pertandingan dan membantu pertahanan regu ialah dengan cara selalu siap mendukung pertahanan pada setiap permainan (play) ketika bola tidak terpukul ke arah pemain itu sendiri. Dengan mendukung pertahanan maka pemain dapat mencegah para pelari untuk maju karena lemparan yang melenceng dapat segera dikuasai kembali.
Contoh contoh berikut dapat menjadi penjelasan tentang apa yang dimaksud:

Posisi – Lapangan Kanan (Right Field)
  • Situasi: Pelari di Satu, batter mengetok (bunt) bola ke infield, bola diambil infielder namun lemparan ke Satu melenceng. Jika outfielder kanan turut mendukung menjaga di belakang base Satu, maka kemungkinan sangat besar outfielder itu akan menguasai bola lempar yang melenceng itu dan mencegah pelari dari Satu mencapai Tiga dan sangat mungkin pula menahan batter untuk hanya sampai di Satu saja.
Posisi – Lapangan Tengah (Center Field)
  • Situasi: Pelari di Satu, bola terpukul balik ke arah pitcher, Bola dikuasai pitcher tetapi lemparannya ke Dua melenceng atau terlalu tinggi. Jika outfield di lapangan tengah tidak bergerak maka pelari akan dengan mudah dapat mencapai Tiga. Tetapi jika outfield turut menjaga kalau ada lemparan melenceng, pelari sangat mungkin akan tertahan di Dua saja.
Posisi – Lapangan Kiri (Left Field)
  • Situasi: Pelari di Satu, peluang double play ketika bola terpukul ke arah Penjaga Base Satu, namun lemparan Penjaga Base Satu itu melempar ke short stop terlalu tinggi. Jika outfielder di lapangan kiri turut menjaga di belakang base Dua, maka sangat mungkin pelari terdepan itu dapat dicegah maju terus ke base Tiga. Jika tidak, maka pemain serang itu sangat mungkin akan maju terus sampai ke Tiga, bahkan mungkin dapat mencetak angka (run).
  • Situasi: Pelari di Dua, batter mengetok (bunt) bola, yang lalu diambil pitcher, yang ketika melempar ke base Tiga melenceng dari sasaran. Jika ada outfielder yang turut mendukung permainan itu dengan menjaga di belakang base Tiga, maka pemain itu akan dapat menahan pelari itu untuk maju lagi, membuat angka dan mencegah batter mencapai base Dua.
Seperti digambarkan pada contoh contoh diatas, memberi dukungan dapat mencegah keadaan yang buruk menjadi lebih buruk lagi.

Saran Untuk Coach

Manfaat lain memberi dukungan atas setiap permainan, maka pemain tidak saja menunjukkan kepada coachnya dan kepada seluruh rekan satu tim etika kerja tingkat tinggi yang dimiliki dan kerajinannya. Dua watak yang tidak boleh tidak harus dimiliki pemimpin.

Situasi

Berikut beberapa situasi termasuk juga tanggung jawab para outfielders. Memang belum dapat mencakup seluruh skenario, namun diharapkan akan memberi beberapa informasi kepada pemain atau coach yang belum mengetahui kemana outfielder harus mencari/ mengambil posisi untuk memberi dukungan permainan yang akan terjadi. Pada semua situasi penting untuk mengetahui dan menyadari seorang outfielder mungkin akan dibutuhkan bantuannya pada permainan pengepungan atau rundown. Dengan memberi dukungan, outfielder itu menempatkan dirinya pada posisi untuk sewaktu waktu dapat membantu pada situasi itu sekalipun.

Bola Pukul Ke Arah Kiri Infield


Outfielder Kiri (Left Fielder)
  • Tanggung jawab utamanya memberi dukungan (back up) infielder yang berupaya menangkap/menguasai bola.
  • Setelah bola ditangkap, bergerak bergeser ke posisi untuk mendukung permainan yang mungkin terjadi di base Dua atau Tiga tergantung dimana posisi pelari.
Outfielder Tengah (Center Fielder)
  • Tanggung jawab utama memberi dukungan infielder yang menangkap bola atau mendukung base Dua jika bola terpukul balik ke arah pitcher dan akan ada percobaan melakukan double play.
  • Setelah bola ditangkap, bergerak dan bergeser posisi menjadi pendukung permainan (play) yang mungkin akan dilakukan di base Dua.
Outfielder Kanan (Right Fielder)
  • Tanggung jawab utamanya adalah memberi dukungan base Dua ketika akan ada permainan mematikan dua pelari (double play) dan turut menjaga base Satu ketika tidak ada pelari di base.
  • Jika bola tembus melewati infield, menghentikan langkah dan lalu pindah untuk mendukung base Dua.

Bola Terpukul Ke Arah Kanan Infield

Outfielder Kanan (Right fielder)
  • Tanggung jawab utama memberi dukungan (back up) infielder yang akan menangkap bola.
  • Setelah bola berhasil ditangkap, bergeser posisi untuk mem-back up permainan yang mungkin terjadi di base Dua.

Outfielder Tengah (Center fielder)
  • Tanggung jawab utama mem-back up infielder yang sedang akan menangkap bola atau base Dua jika bola terpukul balik ke arah pitcher dan ada kemungkinan akan dilakukan double play.
  • Setelah bola berhasil ditangkap, pindah posisi untuk mem-back up permainan yang mungkin akan terjadi di base Dua.
Outfielder Kiri (Left fielder)
  • Tanggung jawab utama mem-back up base Dua atau base Tiga.

Komunikasi Ketika Bola Terpukul Lambung

Tanggung Jawab Siapa? – Mengajarkan Siapa Harus Menangkap Bola Pukul Lambung Jauh dan Dekat


Bola terpukul ke kiri tengah, siapakah yang paling berhak menangkapnya? Bagaimana dua pemain bertahan akan menentukan siapa yang lebih berhak dan mendapat prioritas menangkap bola? Situasi seperti ini akan sering kali terjadi di lapangan untuk pemain posisi jaga manapun juga dan dapat berakibat tubrukan antara para pemain atau bahkan dapat juga terjadi para pemain saling mengandalkan dan akan hanya saling menonton bola jatuh ke tanah di tengah tengah mereka tanpa ada yang berusaha menangkapnya. Situasi lebih runyam ketika bola terpukul di atas kepala shortstop atau Penjaga Base Dua. Maka ada tiga pemain yang akan terlibat. Begitu juga ketika bola pukul lambung dekat (pop up) di dekat bukit pitcher. Mungkin ada 3 atau 4 pemain yang dapat me”main”kan booa yang satu ini. Menyiapkan tim untuk menghadapi situasi situasi seperti itu wajib dilatihkan, namun terlebih dahulu disusun dan dirancang sistem komunikasi antara pemain.
Untuk mencegah kekacauan yang dapat terjadi pada situasi situasi itu penting agar coach mengajarkan kepada timnya:
  1. Posisi mana yang paling berhak dan mampu untuk meneriakkan agar pemain lain menyingkir atau menghindar. (Siapa pemilik prioritas)
  2. Perangkat aba aba berbeda untuk para pemain yang memiliki prioritas memberi aba aba dengan mereka yang kurang berhak. (Aba aba)
  3. Teriakan konfirmasi atau penegasan pemahaman oleh pemain yang tidak akan memainkan bola. (Konfirmasi)

1. Pemilik Prioritas

Yang mendapat prioritas untuk menangkap bola pukul lambung dimulai dari outfielder tengah yang karena posisinya memiliki kendali terbaik atas siapapun yang ada di lapangan dan ia kemudian harus bergerak “masuk”. Anggapan dasarnya ialah agar pemain itu bergerak menghampiri bola pukul lambung mengendalikan pemain lain dan menyuruhnya menjauh atau menghindar untuk tidak mengganggu. Jika kita periksa diagram yang ada disini, maka akan tampak tanda tanda anak panah yang berasal dari masing masing pemain yang terarah ke pemain lain yang dapat diperintahkannya untuk menyingkir dan tidak mengganggunya. Semua outfielder memiliki hak menyuruh infielder untuk menghindar. Shortstop memiliki hak untuk menyuruh infielder lain untuk menghindar tetapi tidak kepada outfielder. Jika ia bergeser ke outfield maka ia harus memberi prioritas kepada outfielder yang sedang masuk untuk menangkap bola. Semua infielder boleh dan dapat menyuruh pitcher untuk menghindar dan membiarkan dia memainkan bola.

Saran Coaching

Di pertandingan baseball tingkat tinggi memang banyak coach yang tidak menginginkan pitcher untuk mencoba menangkap bola pukul lambung dekat ketika seorang infielder akan dapat menghampiri dan menangkapnya. Pendapat itu sangat masuk akal, karena bola pukul yang melambung tinggi boleh jadi tak akan dapat ditangkap pitcher yang kurang terlatih menangkap bola pukul lambung. Jadi biarkan pemain lain yang lebih terbiasa berlatih menangkap bola pukul lambung yang melakukannya. Di pertandingan baseball pemain muda belia, coach sebaiknya tidak terlalu keras memberlakukan norma itu. Di pertandingan sekelas itu pukulan lambung di infield biasanya tidak terlalu tinggi atau infielder tidak terlalu tanggap dan cepat untuk menyuruh pitcher mundur. Selain itu pitcher di kelas pertandingan anak muda justru cenderung atlet yang lebih piawai dan sangat diinginkan agar dialah yang menangkap bola itu. Jadi perintahkan kepada para infielder itu hanya menyuruh mundur pitcher jika ia sedang mundur untuk berupaya menangkap bola. Jangan suruh dia mundur jika permainan itu cukup mudah untuk dilakukannya dan dia sedang bergerak maju ke depan. Salah satu alasan yang dapat diberikan kepada infielder ialah bahwa mereka akan mudah terjatuh ketika bergerak di bukit pitcher untuk mencari posisi menangkap bola seraya melihat ke atas.
Meneruskan saran kepada coach di atas, di diagram atas dicantumkan bahwa pitcher boleh menghentikan catcher dan menyuruhnya mundur menghindar. Sesungguhnya diagram itu masih mematuhi kebiasaan lama. Di pertandingan tingkat lebih tinggi, pitcher akan jarang sekali perlu menangkap bola pukul lambung dekat di dalam infield, namun bagi pemain yang lebih muda maka pitcher kemungkinan memiliki peluang lebih baik untuk menangkap bola pukul lambung yang akan jatuh di depan plate. Bagi catcher keterampilan menangkap bola yang melambung tinggi boleh jadi sulit dipelajari, jadi sampai coach yakin bahwa catcher akan mampu melakukannya, biarkanlah pitcher yang mendapat prioritas melakukan tugas itu.

2. Aba Aba

Memerintahkan pemain berteriak “Gua”, “Saya”, “Los”, “Lepaskan” atau sejenisnya tidak sepenuhnya membantu menentukan siapa diantara mereka yang memiliki prioritas menangkap bola ketika ada lebih dari satu fielder yang berpeluang dapat menangkap bola. Untuk mengurangi kekalutan coach dapat mengajarkan agar pemain yang memiliki prioritas meneriakkan aba aba berbeda. Dapat diatur misalnya pemain berprioritas harus meneriakkan “Pergi” atau “Nyingkir” atau “Nyah” atau “Get out”. Siapapun yang sedang mencoba menangkap bola ketika mendengar aba “Pergi” atau “Nyingkir” atau “Nyah” harus segera menghindar agar tak mengganggu pemain yang berprioritas menangkap bola.

3. Konfirmasi

Teriakan lain yang juga berguna adalah konfirmasi atau untuk menyatakan bahwa fielder yang lain itulah yang akan menangkap bola. Dengan menggunkana contoh yang sama jika shortstop yang akan menangkap bola dan berteriak “Gua”, atau “Saya”. Seraya menghampiri arah jatuhnya bola ia mungkin mendengar outfielder tengah sedang berlari mendekatinya. Reaksi alamiahnya tentulah dia khawatir akan dilabrak outfileder tengah itu. Ia mungkin masih nekat tetap akan menangkap bola atau bisa jadi dia akan memperlambat lari mendekati bola itu dan membiarkannya jatuh ke tanah. Kemungkinan kejadian yang tidak lucu itu dapat dikurangi jika outfielder tengah dapat meneriakkan konfirmasinya bahwa shortstoplah yang akan menangkap bola. Ia akan meneriakkan “Tangkap”, “Tangkap” atau “Catch” atau semacamnya. Pemain yang sudah meneriakkan “Gua” atau “Pergi” juga lalu mendengar teriakan rekannya “Tangkap”, “Tangkap”, maka ia akan sangat percaya diri untuk tidak ditabrak dan akan menangkap bola itu.

Bola Pukul Lambung

Memperkirakan Dan Mendahului Bola Pukul

Ketika bola terpukul, coba menduga arah dan mendahului bola. Akan diperlukan waktu reaksi yang dapat dilatih dengan banyak pengulangan. Perhatikan bola mulai dari tangan pitcher sampai tiba di plate; dengan melihat lokasi lemparan pitch dan pengetahuan outfielder terhadap hitter akan dapat membuat outfielder dapat mengantisipasi kemana bola akan terpukul sehingga dapat mendahului bergerak mendekatinya.

Gerak Kaki

Memang sulit bahkan boleh jadi hampir tidak mungkin untuk secepatnya mendekati bola tanpa gerak kaki yang baik dan cekatan.

Ketika bola terpukul kearah sisi fielder, gerak pertama yang harus dilakukan adalah membuat langkah silang (crossover step).
Ketika bola terpukul melewati atas kepala, maka langkah pertama berupa langkah undur sedikit lalu diikuti dengan sebuah langkah silang.

Jika arah lari outfielder akan melampau tempat jatuh bola, dia harus menghentikan larinya dan melangkah kembali ke arah dalam (arah asal larinya). Pemain harus sudah menghadap ke bola ketika dia sudah mengubah arah gerakannya.

Ketika bola terpukul lurus melewati atas kepala, langkah pertama adalah membuat langkah mundur yang panjang (deep drop step) dengan kaki di sebelah lengan lempar.

Alasan untuk mundur di sebelah lengan lempar ialah agar ketika pemain perlu berputar ketika sedang berlari balik ke arah bola, maka akan lebih mudah berganti dari sisi lengan lempar ke sisi tangan berglove untuk melakukan tangkapan daripada ketika berbelok ke arah sebaliknya.

Salah satu bola pukul lambung yang paling sulit diduga adalah yang terpukul langsung ke arah outfileder. Jika tak segera dapat dikenali apakah bola akan lewat diatas kepala atau akan jatuh di depan, maka pemain harus berhenti bergerak sesaat. Yang paling buruk dan tak boleh dilakukan adalah pemain mencoba menebak. Jadi berhenti bergerak, lalu coba tentukan kemana bola akan jatuh dan dengarkan. Outfielder yang lain mungkin dapat melihat lintasan bola lebih baik dan meneriakkan apakah harus mundur atau justru harus maju ke depan.

Lari Cepat

Segera sesudah memperkirakan dimana bola akan jatuh, berlarilah sekencang kencangnya kesana. Cara itu akan memberi waktu kepada outfielder untuk membuat penyesuaian seperlunya ketika perkiraan tempat jatuh bola sedikit keliru. Jika berlari santai ke arah jatuh bola sedangkan bola akan jatuh lebih jauh lagi daripada perkiraan semula, maka outfielder mungkin tak lagi punya waktu untuk tiba di tempat jatuhnya bola.

Jangan Berlari Dengan Mendaratkan Tumit

Jika outfielder berlari dengan mendaratkan tumitnya, maka bola akan tampak memantul mantul tidak keruan. Kejadian ini acap terjadi ketika outfielder berlari santai ke arah jatuhnya bola. Berlarilah kencang dan upayakan agar mendarat dengan kaki sebelah depan atau telapak sehingga pandangan pada bola akan lebih mantap.

Segera Cari Posisi Di Belakang Bola

Outfielder akan mendapatkan bahwa kekencangan lemparan dan waktu untuk melempar akan lebih baik jika ia berhasil mengambil posisi di”belakang” bola atau dia harus menghadapi datangnya bola pukul itu. Jika dapat menghadap datangnya bola ketika bola sudah mulai menurun dan outfielder mulai bergerak ke arah sasaran lempar seraya menangkap bola.

Mengitari Bola

Kadangkala outfielder harus berlari sprint secepat yang dia bisa sehingga memiliki kesempatan untuk dapat menangkap bola. Ada kalanya bola terpukul cukup tinggi sehingga outfielder akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengambil posisi di depan arah datangnya bola. Salah satu tehnik untuk membantu agar berposisi baik untuk menangkap bola adalah dengan mengitari bola sehingga outfielder akan ada di posisi di depan arah datangnya bola. Kalau bola terpukul ke arah sisi outfielder sangatlah besar risikonya untuk berupaya mencoba mendatangi bola pada sebuah sudut datang untuk memotongnya. Jika taksiran kecepatan dan jarak bola, maka sangat mudah outfielder akan terkecoh sehingga bola akan melewatinya. Dengan mengambil sudut datang yang lebih dalam, maka fielder akan dapat mengitari bola dan lalu menangkapnya seraya bergerak maju untuk menangkapnya di depan fielder. Memang akan perlu waktu lebih lama untuk mendekati bola, namun outfielder akan mendapat posisi yang lebih baik bukan saja untuk menangkap bola tetapi juga ia dapat membuat lemparan yang lebih tepat sasaran. Diagram berikut menunjukkan sudut datang yang salah dan sudut datang outfielder yang baik untuk menghampiri bola.

Membelakangi Bola

Ketika mundur ketika bola terpukul yang lewat tepat diatas kepala, penting agar langkah mundur itu dimulai dengan berputar ke arah sisi lengan lempar. Jika putaran tubuh dilakukan ke arah sisi tubuh yang memakai glove membelakangi bola di sisi tubuh yang lain akan menyebabkan pemain harus membuat tangkapan dengan cara “backhand” yang akan lebih sulit dilakukan. Dengan membuat langkah mundur di sebelah lengan lempar, pemain akan mendapat posisi untuk memutar membelakangi bola lebih cepat jika lintasan bola melengkung ke arah garis batas. Cara itu dapat dilakukan baik oleh pemain pelempar kidal maupun pelempar kanan. Putaran tubuh harus dilakukan secepat mungkin.
Kendatipun keterampilan ini tidak sering digunakan namun akan memerlukan banyak latihan sebelum pemain mahir melakukannya. Tentunya sebuah tangkapan gemilang dapat menjadi ganjaran sangat memuaskan bagi pemain manapun juga.

Putaran Ke Arah Dalam

Putaran ke arah dalam digunakan ketika mengejar bola pukul lambung dari sudut dan lalu perlu mengubah arah lari. Pemain harus menjejakkan kaki dan membuat tolakan dengan kaki sebelah luar dan lalu membuat langkah membuka dengan kaki yang di sebelah belakang agar dapat mengubah arah lari. Keuntungan melakukan putaran ke arah dalam ialah agar pemain masih tetap dapat melihat bola sepanjang waktu pendekatannya itu.

Memainkan Bola Pukul Lambung Menghadap Matahari

Salah satu permainan yang sangat sulit dilakukan adalah bola pukul lambung atau bola pukul lurus (line drive) yang terpukul dimana outfielder harus menghadapi matahari yang menyilaukannya.

Mendahului Dan Menduga Arah Bola Akan Jatuh

Penting untuk dapat ”mendahului” bola dan dengan cepat mengantisipasi dimana bola akan jatuh. Acapkali pandangan pada bola hilang segera setelah terpukul, sehingga pemain harus terlebih dahulu menganalisa kemana bola akan jatuh.
Dengar
Segera setelah kehilangan pandangan atas bola karena silau, teruskan ke arah kemana bola diperkirakan akan jatuh. Dengarkan teriakan outfielder lain yang akan mengkoreksi arah lari jika salah.

Melindungi Mata Terhadap Cahaya Silau

Ketika berputar untuk mencari bola, apakah ketika sedang berlari atau setelah tiba ditempat dimana bola diperkirakan akan jatuh, gunakanlah glove sebagai tirai untuk melindungi cahay matahari yang menyilaukan itu. Penting untuk tidak melihat langsung ke arah matahari. Jika berlari di sebuah sudut sehingga sulit menggunakan glove sebagai tirai, gunakanlah tangan lempar untuk menutup sinar matahari.

Bola Pukul Lambung Di Atas Matahari

Seraya berlari, jika bola berada di atas matahari, tutupi mata dengan glove dengan melihat dari atas glove ke arah bola.

Bola Pukul Lambung Tepat Di Depan Matahari

Kalau bola sudah menurun dan tepat berada di depan matahari, ganti posisi glove dengan memandang dari bawah glove. Pemain akan dapat melihat dari bawah glove menantikan bola jatuh ke bawah posisi matahari. Banyak pemain membuat kesalahan untuk tetap melihat dari atas glove. Sebuah cara yang keliru, karena ketika bola meulai turun, maka akan lebih mudah dilihat dari bawah glove. Jika pemain mencoba melihat dari atas glove, maka dia mungkin tak akan melihatnya.

Bola Pukul Ke Tanah (Ground Balls)

Hampiran

Bagaimana pemain dapat menangkap bola pukul ke tanah acap ditentukan oleh situasi dan dimana posisi pemain itu terhadap bola pukul itu.

Kalau tidak ada pelari di base, bola terpukul ke dekat outfielder, maka tujuan utama adalah agar bola tetap berada di depan pemain dan lalu ditangkap dengan “bersih” (sekali jadi) agar supaya pelari tidak lagi dapat majuke base Dua. Pada situasi seperti ini maka seyogyanya pemain mampu menangkap bola pukul ke tanah sebagaimana layaknya pemain di infield.


Kalau ada pelari di Dua dan bola terpukul tajam ke arah outfielder, maka mungkin dia akan merasa bahwa dia mungkin akan dapat melempar mati pelari itu di “home”. Dalam hal seperti itu, maka pemain harus menangkap bola di sebelah sisi tubuh yang memakai glove.

Menyerbu Bola

Kecepatan serbuan pemain ke arah datangnya bola juga ditentukan oleh situasi yang dihadapi saat itu. Jika ada waktu untuk menangkap bola sebagaimana layaknya yang dilakukan infielder, maka pemain berkehendak untuk menghampiri bola secara terkendali dan lalu mengambil posisi untuk menangkapnya. Walaupun situasi menghendaki agar pemain bergegas menghampiri bola masih perlu untuk memperlambat lari dan mengendalikan diri sebelum sampai ke dekat bola. Dengan demikian pemain akan dapat bersiap untuk melempar dengan cermat. Waktu yang digunakan untuk memperlambat lari dan mengendalikan diri itu jauh akan lebih baik daripada tergesa gesa dan lalu membuat lemparan ngawur.
Masalah lain yang dapat muncul akibat terlalu tergesa gesa menyerbu bola pada kecepatan penuh adalah memilih saat atau “timing” menghampiri bola untuk menangkap bola pada pantulan bola yang tinggi dan atau agar mampu menangkap bola pada pantulan yang canggung.

Mengitari Bola

Jika masih ada waktu, pastikan agar mengitari dulu bola agar bola itu dapat selama mungkin ada di depan pemain. Jika bola terpukul ke arah kiri atau kanan pemain, maka akan berbahaya untuk mendatanginya langsung dan berusaha untuk memotongnya arah bola. Jika pemain salah menaksir kecepatan bola maka dia akan melewati pemain itu. Dengan mengambil sudut datang yang lebih dalam, pemain dapat “mengitari” bola dan memposisikan bola berada dihadapannya. Memang akan perlu waktu lebih lama untuk sampai ke bola, namun posisi pemain akan lebih baik bukan saja untuk menangkap bola tetapi juga dapat melempar lebih cermat.

Backhand Atau Forehand

Walaupun pemain selalu berupaya untuk mengitari bola dan menempatkan diri di depan arah datangnya bola, namun ada kalanya pemain harus menangkap bola di kedua sisi tubuhnya, bukan ketika menghadapi bola. Berlatihlah menangkap bola di kedua sisi itu baik secara “forehand” maupun secara “backhand”. Ketika menangkap bola pukul ketanah itu pertahankan agar tubuh berada di dekat tanah atau membungkuk dan glove diposisikan di dekat permukaan tanah. Ingatlah, bahwa akan jauh lebih mudah mengangkat glove daripada harus sekonyong konyong menurunkannya.

Melempar

Seorang outfielder harus mampu melempar jarak jauh dengan ketepatan sasaran yang cermat adalah keterampilan yang teramat penting. Lebih penting lagi, kemampuan itu dapat lebih ditingkatkan dan dipelajari. Setelah belajar cara melempar dengan baik dan terus membina kemampuan itu, maka seorang outfielder baru dapat membanggakan kehebatannya sebagai outfielder. Beberapa outfielder acap “mengitari” bola ketika terjadi “base hit” – pukulan dimana batter pasti akan berhasil mencapai base (yang diuraikan di bagian Bola Pukul Ke Tanah) – lalu dia berpura pura bersikap tidak terburu buru, dengan harapan pelari akan mencoba base tambahan atau berupaya berbelok melebar di base. Itu sebuah upaya menjebak pelari untuk dapat dimatikan. Apa yang dilakukan outfielder itu karena dia sangat percaya diri akan kemampuannya sendiri. Outfielder akan menginginkan agar bola secepat mungkin di lempar ke infield untuk mencegah pelari maju ke base berikut, namun dipikirannya juga terbersit keinginan agar pelari itu akan nekat mencoba berlari maju karena rasa percaya diri akan kemampuannya itu! Pemain harus selalu meningkatkan kemampuan dan keterampilannya untuk melempar bola dengan sebaik baiknya. Harapannya adalah agar pemain memperhatikan dengan baik untuk senantiasa membina kemampuan lemparnya sebagai salah satu keterampilan yang selalu dijunjung tinggi.
Saran Untuk Coach
Jika pemain mampu melempar dan menangkap, jangan sekali kali menganggap bahwa dia tahu cara melempar dan menangkap dengan benar dan baik. Bermain di outfield, cara memegang bola dan gerak mekanik melempar yang tidak tepat dapat membuat pemain itu melempar kemana mana ke arah yang tidak dikehendaki. Kememapuan melempar harus senantiasa diasah.

Tepat Ke Pemain Potong (Cutoff)

Banyak juga coach yang berteriak teriak kepada outfielder ketika ada pukulan ke outfield, “Lempar ke pemain potong atau pemain cegat (atau cutoff)”, “Tembak pemain potong”, “Kenapa bukan kamu lempar ke cutoff?”. Namun jika memang belum pernah dilatihkan permainan permainan yang akan memerlukan pengambilan keputusan oleh para pemain, maka para outfielder itu tak akan pernah memahami mengapa penting untuk melempar dengan sasaran ke pemain potong atau cegat. Selama latihan bola tak selamanya harus dilempar langsung ke sebuah base. Perintahkan para pemain meneriakkan “Potong” atau “Cegat” seraya menyebutkan arah base yang harus dituju.
Ketika berlatih melempar ke pemain cegat, jangan pula melupakan pengambilan posisi pemain yang bertugas untuk mencegat lemparan dari outfield itu. Sebuah contoh (dari sudut pandang outfielder). Outfielder ini memiliki lengan lempar yang kuat. Ada pelari di satu dan terjadi pukulan “hit”. Pelari dapat dipastikan akan mencoba mencapai base tiga. Outfielder yakin bahwa ia dapat mematikan pelari itu di base tiga. Namun terjadi masalah ketika pemain cegat memasuki daerah outfield terlalu jauh ke dalam. Kalau outfielder melempar ke pemain cegat, maka pelari mugkin tak akan dapat dimatikan di tiga. Jika ia lempar langsung ke tiga maka ia sudah luput dari sasaran pemain cegat dan dalam kedua situasi itu ia akan merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan. Coach dapat memberinya umpan balik yang dapat menyenangkan hatinya, namun outfielder tidak terlalu sering mendapat peluang mematikan pelari di base kendatipun coach mengucapkan sesuatu yang menghiburnya, ia pasti masih merasa bahwa peluang mematikan seorang pelari telah dirampas dari dia.
Karena sebab sebab itu, pemain posisi infielder harus diajari untuk senantiasa mengetahui kekuatan lengan lempar dan posisi masing masing outfielder yang akan melakukan lemparan. Juga pemain potong atau cegat, harus pula melempar secara cermat dan tepat sasaran. Mereka tak boleh memperpendek jarak lemparnya sendiri sampai separuhnya agar lemparannya cermat. mereka justru harus memaksimalkan kekuatan lengan lempar para outfielders. Ingatlah selalu bahwa persoalan selalu ada dua sisi. Kalau pemain potong membuat kesalahan karena mengambil posisi terlalu jauh dari outfielder, maka outfielder itu harus menyadari kekurangan atau kelemahan dan lalu berupaya melakukan lemparan dengan satu pantulan kepada pemain potong.

Petunjuk Bagi Pemain

Tak ada yang akan membuat coach bersikap negatip daripada ketika lemparan outfielder luput dari sasaran dan tidak tepat ke pemain potong. Upayakan selalu membidik arah yang rendah. Jika pemain potong berjarak terlalu jauh ada kecenderungan untuk melempar tinggi. Cara itu sungguh keliru. Lemparanitu justru harus diarahkan rendah. Sebuah pantulan akan lebih mudah ditangani oleh pemain potong dan bola juga akan lebih cepat mencapai pemain itu daripada ketika dilempar tinggi ke udara. Outfielder juga terhindar dari celaan yang diterimanya karena tidak melempar tepat sasaran ke pemain potong.

Melompat Gagak (Crow Hop)

Maksud melakukan gerak melompat gagak atau crow hop adalah dengan tujuan menempatkan diri pemain untuk dengan cepat ada diposisi melempar segera setelah menangkap bola, ditambah manfaat menggunakan daya dorong yang dibangkitkan gaya lebam (momentum) ke arah sasaran lempar.
Pemain hanya menggunakan gerak lompat gagak ketika:
  • Pemain itu tahu benar kemana bola harus dilempar.
  • Ada keperluan untuk secepat cepatnya melempar bola ke infield baik untuk mematikan pelari atau menahannya untuk tidak maju lagi.
  • Pemain menangkap bola dihadapannya – kalau di samping tubuh, maka lompat gagak tidak berguna dan hanya sia sia.
  • Pemain sedang bergerak searah dengan sasaran lemparnya. Lihat Mengitari Bola Pada Bola Pukul Lambung dan Bola Pukul Ke Tanah di “Notes” Tentang Menjadi Outfielder.
Di bawah ini ada dua rangkaian foto yang memperlihatkan gerakan lompat gagak untuk bola pukul lambung dan untuk bola pukul ke tanah. Perhatikan foto foto ini dan uraian gerak itu akan diberikan di bawahnya.


Melompat Gagak (Crow Hop) – Menghampiri Bola (Approach)
Penting artinya bahwa pemain harus bergerak ke arah sasaran lempar ketika menangkap bola. Gerak Lompat Gagak itu digunakan untuk menempatkan diri pemain ke posisi lempar searah dengan gerakan si pemain. Tak ada lagi gunanya kalau pemain harus mengubah arah lari dengan arah lemparnya.
Gerak Lompat Gagak adalah sebuah gerak yang terkendali. Artinya pemain tak boleh berlari sekencang kencangnya untuk lalu mengerjakan gerak lompat gagak. Pada bola pukul yang melambung tinggi, pemain akan punya waktu untuk mengitari bola untuk dapat menghadapi datangnya bola dan lalu bergerak maju secara terkendali untuk menangkap bola, maka pemain akan berada di posisi yang baik untuk melakukan gerakan lompat gagak. Jika pemain menangkap bola sambil berlari kencang ke arah sisi, atau mundur, maka pemain tidak akan berada pada posisi baik untuk melakukan gerak melompat gagak. Sama juga dengan ketika menangkap bola pukul ke tanah. Bedanya dengan bola pukul ke tanah, ialah pemain tidak perlu menantikan bola itu turun ke tanah. Pemain harus berlari kencang mendekatinya sehingga dia perlu sekali memperlambat lari ketika sudah mendekati bola. Memperlambat lari adalah proses mengubah lari sekencangnya menjadi berlari cepat secara terkendali dimana pemain masih mungkin menangkap bola. Bukan hanya melambatkan lari, menyangkut juga memperkirakan pantulan bola dan mengatur gerakan langkah kaki. Ingat! Pemain masih perlu menangkap bola pukul ke tanah itu di sisi tubuh yang memakai glove dan juga dengan kaki di sebelah yang sama berada di depan. Melambatkan lari akan memposisikan pemain untuk dapat terus maju ke depan.
Perhatikan foto di atas bahwa kaki di sebelah lengan berglove berada di depan ketika menangkap bola. Setelah melakukan tangkapan kaki di sebelah belakang akan mengawali gerak melompat gagak. Dikerjakan dengan cara mengayunkannya ke depan kaki yang di sebelah lagi. Kaki diputar seraya digerakkan ke depan agar berposisi tegak lurus dengan garis arah sasaran. Pada saat yang sama bahu dan pinggul depan juga di arahkan ke sasaran lempar. Kombinasi gerakan gerakan itu akan memposisikan tubuh pelain untuk melempar.

Lompat Gagak – Hasil Gerakan.

Ketika mendaratkan kaki, pemain berada di posisi siap untuk melempar. Cukup dengan melanjutkan gerakan dengan melangkah dan lalu melempar. Dari mulai menangkap bola sampai ke gerak lanjut (follow through) lemparan, seluruh rangkaian gerakan itu harus dilakukan dengan mulus dan lancar.

Petunjuk Untuk Pemain


Gerakan melompat gagak adalah gerak yang terkendali yang memerlukan keseimbangan tubuh yang baik. Gerak itu digunakan untuk memposisikan tubuh outfielder untuk melempar. Jangan tergesa gesa! Jika pemain melakukan gerak lompat gagak terlalu tergesa gesa, lengan lempar tidak akan berada di posisi mengikuti tubuh untuk membuat lemparan yang baik. Pemain harus memindahkan bola, mencari pegangan bola yang baik, lalu mendarat untuk mengawali gerak melempar. Akan memerlukan waktu. Hasil lemparan akibat pemindahan bola yang dilakukan dengan benar akan lebih dari cukup untuk mengkompensasi waktu yang terbuang itu.

Mengajarkan Gerak Melompat Gagak (Crow Hop)

Saran Coaching

Perintahkan pemain melakukan setiap langkah gerakan dan lalu menghentikannya.
  1. Minta pemain berdiri diam dengan kaki di sebelah glove berada di depan, bola berada di dalam glove (seakan akan baru saja menangkap bola)
  2. Minta pemain mengayunkan kaki sebelah belakang ke depan (masih belum melakukan lompatan), menggerakkan kaki itu tinggi tinggi dan di depan kaki yang sebelah lagi, menjejakkan kakinya arah tegak lurus dengan arah sasaran lempar.
  3. Kaki yang sebelah lagi sekarang berada di belakang. Minta pemain mengangkat kaki itu dan mengangkat lututnya setinggi ikat pinggang dan bahu terarah ke sasaran lempat.
  4. Lalu minta pemain melangkah dan melempar. Kalau pemain sudah merasa terbiasa dan nyaman dengan gerakan yang masih terpatah patah itu persingkat waktu menahan gerak setiap langkah sampai menjadi rangkaian gerak yang alamiah.

Langkah Geser (Shuffle)

Akan banyak kemungkinan ketika pemain tidak dapat bersiap untuk menggunakan gerak lompat gagak. Jadi adakah cara lain mengerahkan gaya lebam untuk melempar jarak jauh? Jawabannya ada pada melakukan langkah geser yang sangat mirip ketika pelari mengambil awalan menjauhi base. Bedanya hanyalah pada geseran kaki yang terakhir sebelum melempar bola, pemain membuat langkah silang dengan kaki sebelh belakangnya dari belakang kaki sebelah depan, menjejakkannya dan lalu melempar.
Dibawah ini ditunjukkan langkah geser itu dilakukan mulai dari gambar sebelh kanan ke arah kiri. Pemain baru saja menangkap bola pukul ke tanah secara backhand dan sudah menjejakkan kaki kanannya. Ia berada sangat dalam di outfield sehingga tidak mungkin hanya melangkah saja untuk melempar. Jadi untuk mendapatkan gaya lebam ke arah sasaran lemparnya, ia melakukan langkah geser ke arah sasaran dan lalu melempar.
Langkah langkah:
  1. Bola sudah ditangkap dan pemain sudah memperlambat lari dan menjejakkan kaki sebelah belakangnya.
  2. Melangkah ke depan dengan kaki di sebelah depan ke arah sasaran. Bahu masih dalam keadaan “tertutup” (closed).
  3. Jejakkan kaki sebelh depan dan mulai membawa kaki sebelah belakang ke depan. Pemain sudah mulai mendapat gaya lebam (momentum).
  4. Silangkah kaki sebelah belakang dibelakang kaki sebelah depan. Gerak ini masih mirip dengan gerak lompat gagak, tetapi karena tubuh pemain sudah terarah ke sasaran lempar, akan lebih mudah untuk menyilangkan kaki ke belakang. Gerak begitu juga akan menjaga agar bahu dan pinggul sebelh depan masih menutup dan siap melempar.
  5. Jejakkan kaki sebelah belakang, melangkah dengan kaki sebelah depan, dan lempar bola.

Gunakan Kapan Saja

Gambar contoh di atas adalah untuk menangkap bola dengan backhand, tetapi lengkah geser dapat digunakan untuk semua permainan. Beberapa pemain lebih menyukai melakukan gerak langkah geser daripada lompat gagak dan tetap menggunakannya walaupun tidak atau belum perlu dilakukan. Coach yang membuat tulisan ini lebih cenderung kepada gerak melompat gagak karena lemparan akan lebih kencang dan lebih cermat, namun gerak langkah geser masih tetap perlu dipelajari juga yang sewaktu waktu akan perlu dilakukan.
Kekuatan Lengan Lempar
Tak ada cara lain memperkuat lengan lempar kecuali dengan latihan melempar. Acapkali pelain bertanya bagaimana cara memperkuat lengan lempar. Memang ada beberapa cara melalui angkat beban dan latihan latihan pembinaan yang lain, ada keyakinan bahwa satu satunya cara yang berkhasiat untuk memperkuat lengan lempar dengan latihan melempar jarak jauh (long toss).

Petunjuk Untuk Pemain

Beberapa cara penting melempar cermat sasaran dari outfield mencakup:
  • Selalu menggunakan ayunan lengan penuh (lebar), jangan menggunakan ayunan lengan pendek seperti yang biasa dilakukan infieldwer dan juga oleg catcher.
  • Pegangan harus selalu dengan jari melintang di jahitan bola. Pegangan yang tidak tepat akan membuat layangan bola berbelok atau menukik ketika dilempar.
  • Lemparan dilkukan dengan ayunan lengan dari atas, buka tiga perempat atau bahkan dari samping. Melempar bola dari ayunan lengan di atas dan dengan pegangan bola yang benar akan membuat lemparan menjadi lurus.

Dialihbahasakan dari Website: QCBASEBALL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar