Senin, 19 April 2010

Pengorbanan Diri Di Olahraga Baseball

Pemain Boston Red Sox Julio Lugo melakukan pukulan ketok dengan manis pada pertandingan World Series tahun 2007.
Sumbangan Nick Laham/Getty Images


Melakukan pukulan ketok (bunt) memang tidak tampak canggih dan menggairahkan, namun keterampilan melakukannya tetap harus dimiliki sebagai pelengkap perangkat persenjataan seorang hitter. Pemukul home run terbaik sekalipun belajar cara melakukan pukulan ketok, karena ada situasi tertentu dimana siasat mengorbankan diri hampir dipastikan harus dijalankan. Misalnya: ada pelari di base satu, belum ada mati (0 out) pada inning tambahan. Siasat permainan yang harus dijalankan adalah untuk memajukan pelari itu ke posisi dimana ia lebih berpeluang membuat angka sekaligus mencegah regu jaga melakukan double play.
Selain itu, jika pemukul adalah pelari handal yang cepat, pukulan ketok juga dapat jadi siasat ampuh untuk dapat mencapai base. Regu jaga dapat dikejutkan dan jika dilakukan dengan benar dapat menjadi tontonan indah di lapangan baseball.
Pitcher Houston Astros - Andy Pettitte mencoba memukul ketok pada playoff tahun 2005.
Sumbangan Brian Bahr/Getty Images


Sikap Awal Melakukan Pukulan Ketok - Bunting Stance
Masuklah ke box batter secara biasa. Mungkin batter ingin sedikit bergeser ke tengah atau ke depan box, namun jangan sampai maksud untuk melakukan pukulan ketok ditebak dan diketahui regu jaga. Ambil sikap siap pukul biasa seakan akan hendak melakukan pukulan dengan ayunan.
Saat pitcher melepas bola, putar tubuh menghadap ke arah pitcher. Kaki sebelah belakang dapat digeser ke arah dekat plate, tetapi jagalah agar tak ada bagian kaki yang keluar garis box. Jika kaki sampai keluar garis box sebelum perkenaan dengan bola terjadi, maka batter akan otomatis dinyatakan mati.
Reggie Willits dari Los Angeles Angels dengan manis membuat 'squeeze bunt' di sebuah pertandingan tahun 2007. Perhatikan bagaimana ia menempatkan jarinya di belakang bat.
Sumbangan Stephen Dunn/Getty Images


Pegangan Memukul Ketok - Bunting Grip

Pemain Florida Marlins, Alejandro De Aza, melakukan pukulan ketok di pertandingan tahun 2007. Posisinya tidak bagus, karena bolanya lebih tinggi dari posisi batnya.
Sumbangan Marc Serota/Getty Images


Bengkokkan lutut sehingga sikap tubuh merendah dan pegang erat bat dengan tangan yang di ujung bawah bat. Geser tangan sebelah atas kira kira ke bagian tengah bat. Pegangan bat dengan tangan itu seakan akan bat dicubit dengan tangan itu dan ujung jari jempol di sebelah atas dan jari lainnya di bawah bat.
Kedua tangan dijaga agar tetap berada di belakang bat, sehingga bola tak akan mengenai jari. Banyak kecelakaan terjadi pada pemukul ketok yang buruk mematahkan jarinya ketika mencoba memukul ketok dengan cara yang tidak benar.

Pegangan Bat

Reggie Willits dari Los Angeles Angels menarik kembali batnya ketika mencoba mengetokkan bola pada pertandingan 2007.
Sumbangan Dave Sandford/Getty Images


Peganglah bat sejajar dengan tanah, atau dengan bagian yang gemuknya sedikit lebih tinggi daripada bagian pegangannya.
Kuncinya adalah agar perkenaan dengan bola terjadi di bagian paruh bawah agar bola pukul itu akan jatuh ke tanah segera seseduah menyentuh bat. Pukulan ketok yang melambung merupakan bencana. Pelari tak akan dapat maju jika bola ditangkap di udara, dan bahkan sangat mungkin akan terjadi double play.

Titik Penentuan

Juan Pierre dari Los Angeles Dodgers memukul ketok bola pada pertandingan 2007. Perhatikan bagaimana ia mengarahkan bola menyusuri garis base tiga dan ia menjaga agar batnya tinggi dizona strike.
Sumbangan Stephen Dunn/Getty Images


Cara yang bagus dan amat disarankan ialah agar batter memegang bat di zona strike paling atas. Jika bola melayang lebih tinggi, biarkan lewat, karena lemparan itu akan dinyatakan sebagai ‘ball’. Jika itu terjadi, tarik kembali bat dengan cara menariknya ke atas dan geser mundur kaki sebelah belakang (dan bila lemparan mengarah ke dalam, lompat menghindar). Lemparan pitch yang rendah lebih mudah di ketok.

Mengenai Bola
Ketika bola mengenai bat, hitter tak boleh mengayun maju bat itu karena dapat berakibat pukulan ketok itu akan terlalu keras. Gaya lebam bola sebaiknya hanya cukup menempatkan bola ke permainan yang cukup jauh dari jangkauan catcher agar dapat berhasil.
Pemukul ketok dapat mengatur sudut bat untuk mengarahkan bola menyusur garis base agar lebih efektip lagi. Harus selalu diingat bahwa jika pemukul mencoba pukulan ketok ketika sudah ada dua strike dan bola terpukul foul, maka hitter akan dinyatakan mati, sama dengan situasi strike out.

Siasat Memainkan Pukulan Ketok

Jose Reyes dari New York Mets mencoba membuat 'drag bunt' di pertandingan tahun 2007.
Sumbangan Jim McIsaac/Getty Images

Ada beberapa jenis/cara membuat pukulan ketok. Pukulan ketok geret (drag bunt), biasanya dilakukan hitter kidal dan berpeluang berhasil bagi pelari yang cepat. Pemain semacam itu memperoleh keuntungan dari awalan (start) larinya, mengejutkan pemain jaga dengan mengetok bola ke sepanjang garis base tiga. Jadi pada situasi ini hitter tak mengorbankan dirinya sendiri, ia justru berupaya agar dapat tiba di base dengan selamat mengandalkan kecepatan larinya dan posisi memukul yang lebih dekat ke base satu.
Pada permainan paksa (squeeze play),ada pelari di base tiga dan dia harus mulai lari ketika pitcher melepas bola dari tangan. Ketika pukulan ketok dilakukan, pelari itu sudah hampir mendekati home, namun hitter harus berusaha keras untuk mengetok mengenai bola. Batter dapat dipastikan akan dimatikan di base satu tapi pelari dari tiga akan masuk sehingga batter mendapat kredit RBI.

Sumber: baseball.about.com

Kamis, 08 April 2010

Berencanalah Agar Meraih Hasil

Jika memang amat mudah melatih baseball para pemain muda sehingga gampang berhasil, namun mengapa banyak sekali coach yang terbukti berkinerja buruk? Menurut pengamatan, kami lalu berpendapat bahwa terjadinya banyak coach yang buruk adalah akibat KURANGNYA PENGETAHUAN DAN KURANG MELAKUKAN PERSIAPAN! Sederhananya akibat TAK PUNYA Game Plan! Kalau yang tadi itu berita buruk, ada berita baik … kedua faktor itu dapat diajarkan dan keduanya dapat dipelajari! Jangan sampai lalu Anda mengaku tidak ada waktu lagi. Selalu ada waktu!

Hitung hitungannya adalah sebagai berikut:
Misalkan musim pertandingan yang panjangnya 15 minggu.
10 kali latihan selama 90 menit = 15 jam
20 kali main (termasuk pertandingan persahabatan d.s.b.) – 40 jam
Ngobrol ditelepon 2 jam per minggu= 30 jam
Ditambah rapat, evaluasi & pengerahan, hujan, pemotretan regu, memberi instruksi individu, perjalanan dan sebagainya. Sebut saja = 65 jam.
Ditambah apa lagi yang belum kita tambahkan, uang yang dibelanjakan untuk melakukan semua kegiatan itu! Jadilah semuanya 150 jam … 10 jam seminggu untuk sebuah hobby, melayani masyarakat, menyukai baseball, mengajar anak anak, atau apalah lagi alasan untuk menjadi seorang coach baseball.

Jadi, susunlah rencana…SEKARANG JUGA – kalau mau tetap tak menjadi sinting! Akibat yang pertama dirasakan adalah justru kita akan menghemat waktu, bukan membuang waktu. Anak anak asuh akan sangat menerimanya dengan sangat positip dan akan meningkatkan kinerja regu, dan sebagai hasil samping, para coach, orangtua pemain dan pemain akan menyaksikan seorang coach yang lebih baik yang merasa lebih bergembira!

Apa yang sesungguhnya diperlukan?
1. Minat untuk menjadi coach yang lebih baik.
2. SEBUAH PLAYBOOK. Dimana coach dapat menuliskan rencana latihan di kertas secara rapih. Jika disusun ada malam sebelum latihan atau pertandingan, ka coach akan meluangkan waktu sekitar 25 menit setiap minggu (jika latihan dua kali). Coach lalu akan ingat untuk melakukan perencanaan segera setelah latihan dimulai, karena akan ia bawa dan menjadi acuannya setiap kali latihan.

Petunjuk Membuat Playbook
• Masukkan juga semua surat menyurat yang diterima dan dikirim, catatan catatan, dan formulir dari liga, organisasi induk, sekolah yang biasanya dikumpulkan coach atau dibagikan kepada pemain. Simpanlah semuanya di “playbook” baru itu. Jadikanlah menjadi sebuah kebiasaan dan acuan utama dan teratur. Buku itu sebaiknya berbentuk “binder” 3 ring agar mudah menyisipkan dokumen baru.
• Tulislah saja dengan pinsil dan secara sederhana asal mudah dibaca. Jangan dibuat terlalu rumit, lakukan saja dengan tidak bersusah payah!
• Bermula dari latihan #2, coach harus meluangkan waktu 10-15 menit meninjau ulang konsep baru yang sudah diajarkan pada latihan #1 atau latihan sebelumnya. Kesalahan yang umum dilakukan coach (yang tidak saja membuang buang waktu) jika coach mengajarkan sebuah konsep dan lalu beranggapan bahwa semua pemain akan dapat mengerjakannya ketika tiba waktunya pada situasi pertandingan yang sebenarnya karena coach sudah mengajarkannya sekali. Dan akan sangat meruntuhkan rasa percaya diri pemain setelah sebuah “play” karena ia merasa memang ia sudah diajari. Tetapi jelas ia tak diajari cukup sempurna. Itu salah coach!

Apa isi binder?
• Nomor latihan
• Tanggal, jam dan tempat latihan
• Maksud dan tujuan latihan (sederhana saja)
• Setiap kegiatan atau drill. Catatlah apakah sifatnya pengulangan pelajaran atau konsep baru sama sekali
• Waktu yang disediakan untuk menjalankan kegiatan atau drill. JANGAN LEBIH DARI 20 MENIT! Jika coach selalu memakai arloji, maka ia akan kaget betapa banyak yang ia bisa capai dan betapa besar kegembiraan yang diperoleh anak asuhnya, bukan saja betapa banyak ilmu berbaseball yang dapat mereka pelajari. Kegiatan latihan tak boleh berhenti, harus tetap bergulir, namun jangan ada drill yang melewati jatah waktu 20 menit!!
• Juga segala sesuatu yang dapat membantu coach seperti coach mana yang akan menjalankan drill apa, pitcher mana berpasangan dengan catcher yang mana ketika melempar, pengingat kapan pertandingan atau latihan berikut harus dilakukan. Cukup ditulis singkat dan jelas, jangan terlalu banyak meluangkan waktu untuk hanya mencatat. Memang sesungguhnya bukan sebuah kerja. Melainkan sebuah kegiatan agar melatih tidak menjadi pekerjaan berat dan membosankan! BERSENANG SENANGLAH! .

Catatan Piet Burhanuddin: tulisan ini tidak saja dapat dijalankan oleh coach baseball, melainkan juga oleh pengurus club, pengurus daerah bahkan pengurus besar organisasi puncak baseball dan softball. Ingatlah selalu bahwa “If you fail to plan, you plan to fail”. Selain itu rencana tidak boleh tinggal rencana – harus dijalankan kalau mau mencapai hasil seraya terus disempurnakan. “Plan your work and work your plan”.

Cara Melempar Curveball – Langkah Demi Langkah


Pegangan curveball Pegangan bola untuk melempar curveball sesungguhnya cukup sederhana dan tidak seperti jenis lemparan pitch yang lain, pegangan itu masih memungkinkan pitcher menggenggam bola dengan baik sehingga masih mudah dikontrol olehnya.
Tujuan jenis lemparan curveball ini adalah agar bola dengan tajam membuat tukikan ke bawah ketika sudah di dekat plate sehingga akan lewat dibawah bat yang diayunkan hitter.
Kunci lemparan itu adalah agar bola berpusing dari atas ke bawah (topspin), sehingga menimbulkan tahanan angin dengan jahitan bola sehingga bola lemparan pitch itu seakan akan jatuh atau menukik.

Simpan Rahasia

Sama dengan melempar jenis pitch lainnya, merahasiakan niat untuk melempar suatu jenis pitch adalah siasat yang harus dipakai. Separuh pertempuran melawan hitter ada pada "rahasia" itu. Lemparan curveball akan jauh lebih ampuh jika hitter sedang berharap dan menantikan lemparan fastball.

Sembunyikan bola di dalam glove ketika melampar pitch. Kalau tidak disembunyikan, maka batter (atau pelari atau base coach)akan dapat mengetahui lemparan apa yang akan dilempar pitcher.

Gerak Lempar
Gerak mekanik melempar curveball tidak berbeda jauh dengan lemparan lainnya. Pegangan ketika melepas lemparan itulah yang berbeda.


Lakukan gerak "wind up" seperti biasa, dan lempar dengan kecepatan ayunan lengan yang sama dengan ketika melempar fastball. Jangan sekali kali memperlambat kecepatan ayunan itu. Bola akan secara alamiah melambat dengan sendirinya ketika mendapat tahanan udara ketika berpusing kebawah sesuai dengan pegangan (curveball spin). Sudut lengan juga harus diperhatikan. Bayangkan seakan akan melakukan kampakan dengan sebuah kapak yang pegangannya pendek (semacam "tomahawk") seraya memegang bola ditangan lempar. Bagi pelempar kanan, telapak tangan harus menghadap ke arah base satu ketika bola melintas di atas kepala. Untuk pelempar kidal - terbalik, telapak tangan itu menghadap ke base tiga.
Siap Melepas Bola

Pertahankan agar sudut lengan masih sama, agar supaya batter tak dapat mem"baca" jenis lemparan curveball yang menjadi niat pitcher.

Ketika melempar, pergelangan tangan ter"kokang" dan terputar mengarah ke tubuh pitcher - bola dan telapak tangan menghadap pitcher. Siku tetap menghadap ke atas, putar pergelangan dan "sentak"kan pergelangan ke bawah seraya melepas bola. Bola tak akan bergerak patah jika gerak "sentakan"(snap)itu tidak dilakukan. Akan perlu banyak percobaan untuk menemukan titik perlepasan bola yang benar dan nyaman.
Gerak Lanjut - Follow Through
Melakukan gerak lanjut amat penting dilakukan, karena jika tidak dikerjakan, maka bola mungkin sekali akan meng'gantung'. Bola tidak akan bergerak patah ke bawah, ia mungkin akan berada di zona strike, dan pemukul yang cukup baik dapat memukul jauh hingga ke luar lapangan.

Seraya melakukan gerak lanjut, punggung tangan harus menghadap ke arah batter. Kaki putar (pivot foot - yang berada di atas bukit) harus terus bergerak maju, dan biarkan lengan lempar terayun menyilang tubuh sehingga pitcher akan tetap berada pada titik keseimbangan tubuh yang optimum dan siap menjaga daerah pertahanan untuk fielding.

MEMIMPIN

Seyogyanya orang mengupayakan agar jadi pemimpin atau “leader”, bukan melulu jadi manajer. Acapkali kata “management” mendapat konotasi negatip yang dikaitkan dengan makna seperti “mengendalikan, membekap orang, dan tak memberinya informasi (yang benar)”

Seorang pemimpin gemar mencipta visi dan lalu mendorong orang sekitar bersemangat mengerjakan apa yang dikerjakannya dan tak sabar untuk segera melaksanakan rencana sang pemimpin. Itulah gambaran seorang pemimpin sejati – seseorang yang mampu mengekspresikan visinya dan mendorong orang merealisasikannya.

Eksekutip perusahaan atau CEO tak patut memonopoli kepemimpinan – atau penemuan gagasan cemerlang. Setiap orang dapat saja jadi pemimpin asal saja ia tetap berkontribusi dan kontribusi yang paling berarti bagi banyak orang adalah penemuan gagasan bagus atau cemerlang. “Penemu gagasan yang bagus patut dijadikan pahlawan”, begitu kata Jack Welch, mantan CEO GE. Menurut pandangannya, tak ada yang lebih utama bagi sebuah organisasi daripada pemimpin yang mampu mengekspresikan gagasan dan menciptakan visi.

Gagasan baru dan baik seyogyanya dijadikan urat nadi sebuah organisasi, bahan bakar yang membuat mesin organisasi berjalan. Jika organisasi hanya tergantung kepada satu orang untuk menggali gagasan gagasan baru, maka badan itu akan segera tenggelam tak berbekas.

Artikulasikan visi, dan “bakarlah” orang lain untuk melaksanakannya.
Itulah esensi kepemimpinan. Siapapun dapat mengekspresikan sebuah visi dan lalu mendorong orang lain untuk dengan semangat tinggi mengupayakan agar visi tidak tinggal visi semata melainkan dapat direalisasikan, maka dia dapat jadi pemimpin.

Jangan mengatur segalanya dengan sangat terperinci.
Pemimpin sejati tahu benar bahwa tugasnya hanya sebatas memberi garis besar. Jangan mencampuri segala remeh temeh. Kerahkan saja orang orang mampu dan berilah kepercayaan untuk melakukan tugasnya masing masing.

Libatkan semua orang dan terimalah semua gagasan bagus dari manapun juga.
Karena sebuah organisasi sesungguhnya berintikan mendapat dan merealisasikan gagasan cemerlang dari siapapun juga, jangan sampai ada orang yang gagasannya diabaikan. Siapa tahu, orang paling pendiam di organisasi justru memiliki gagasan indah.

BEBERAPA SIASAT DAN TIP PITCHING

ANGGAP DIRIMU SEBAGAI COACH PITCHING
Jika pitcher lebih cepat menyadarkan dirinya sendiri bahwa dia sendirilah yang dapat mengontrol dirinya dan karir berbaseballnya sendiri semakin baik. Karena memang diri kita sendirilah yang bertanggung jawab tentang arah karir baseball kita. Agar dapat berhasil lebih cemerlang, kendalikan pikiran, emosi, dan bahasa tubuhmu setiap kali turun bermain di lapangan baseball. Pengendalian pikiran dan tubuh dipastikan ada hubungan dengan keberhasilan ketika bermain di bukti pitcher – suatu tempat dimana kita merasakan tekanan yang intens.

TANTANG DIRIMU SENDIRI UNTUK MERAIH PENINGKATAN HARI DEMI HARI
Ada saja diluar sana orang lain yang sekarang ini bertekad dan bekerja lebih keras. Jadi kita tak bisa beristirahat dan berpangku tangan, jangan pernah berpuas diri dengan kinerja dan prestasi pitchingmu, juga jangan sampai menolak mentah mentah nasehat dan saran coach pitching dan pemain di sekitarmu. Pengalaman banyak pemain terbukti bahwa ia juga banyak belajar dari rekan rekan pemainnya selain dari coach. Kuncinya adalah agar pemain memiliki pikiran yang terbuka menerima asupan karena belajar seni melempar pitch merupakan sebuah proses yang berjalan seumur hidup kita.

LEMPAR PITCH DENGAN AGRESIF KE KEDUA SISI PLATE
Bersikap agresif membidik sisi sisi home plate tidak berarti pitcher harus selalu melempar fastball. Faktanya justru banyak pitcher baseball mendulang keberhasilan dengan menggunakan seluruh perbendaharaan jenis lemparan pitch yang dimilikinya dan membidik sisi sisi plate – yang acap kali akan lebih ampuh daripada melempar fastball berkecepatan 95 mil per jam melalui tengah tengah plate yang kalau terpukul akan melayang keluar pagar.

SENANTIASA CARI KELEMAHAN PADA AYUNAN PUKULAN HITTER
Apakah sedang duduk di bangku cadangan atau ketika bermain di bukit, pitcher harus senantiasa menganalisa cara hitter mengayunkan bat ketika dia mencoba ayunan dan ketika pemanasan. Perhatikanlah apakah ia menyeruduk ke plate ketika mengayun – dan jika benar, beri dia lemparan pitch ke arah dalam. Jika ia membuka pinggulnya terlalu dini, beri dia lemparan yang kecepatannya mengecoh dia (off speed pitches) dengan bidikan ke sebelah luar plate. Semakin pintar dan cermat pitcher mengambil keuntungan dari pengamatan dan menganalisa kecenderung-an kecenderungan lawan, maka semakin siaplah pitcher untuk mengalahkan mereka.

LEMPAR FASTBALL PADA KECEPATAN BERBEDA
Jangan gentar melempar “fastball latihan batting – batting practice fastball” ketika menghadapi hitter pada awal-nya. Kurangi sedikit kekencangan lemparan. Dengan demikian lemparan fastball “sejati” milik pitcher akan menjadi lebih sulit dikuasai hitter ketika dilempar setelah beberapa kali lemparan kepada batter itu. Dengan tidak setiap kali berupaya “melabrak” hitter dan dengan sesekali mengurangi kecepatan fastball pitcher akan menuai hasil yang dicarinya.

Rabu, 07 April 2010

Bagaimana Menambah Kekuatan Pukulan (Hit) Ketika Batting

Pertama tama yang harus dilakukan pemain untuk menambah tenaga pukulan batting-nya adalah pergi ke sebuah fasilitas pembinaan fisik (gym) dan melakukan beberapa latihan pembinaan kekuatan. Pemain perlu memiliki lengan, lengan bawah dan pergelangan tangan yang kuat. Jadi carilah latihan yang akan membina kekuatan lengan dan pergelangan agar menjadi lebih kuat dan perkasa. Selain itu pemain juga perlu memiliki tubuh bagian tengah (core section) yang kokoh dan kuat. Jadi pemain perlu melakukan latihan latihan tubuh bagian tengah dan perut (midriff) yang akan membantu kekuatan tubuh membuat putaran rotasi tubuh dan memberi daya dorong menambah laju ayunan dan kekuatan bat. Jangan pula dilupakan bahwa pemain juga perlu kaki yang kuat agar supaya dapat membantu memberi daya kecepatan laju ayunan bat. Jadi ketika berada di fasilitas latihan pembinaan fisik, ketiga bagian tubuh itu sangat perlu mendapat perhatian untuk dibina sebaik baiknya untuk membantu pemain mengayunkan bat dengan cepat dan kuat. Tidak hanya ketiga bagian tubuh itu saja yang berperan ketika memukul bola lemparan pitch.

Pemain juga harus membina keseluruhan tubuhnya ketika mengayunkan bat. Salah satu hal yang diperlukan adalah keseimbangan tubuh; hal lainnya adalah rotasi untuk memberi daya dorong ayunan bat dengan lebih banyak massa tubuh yang pada gilirannya akan menciptakan kecepatan laju (velositas) bat.

Untuk dapat melakukannya pemain harus memanfaatkan bagian inti (core section) dan paruh bawah tubuhnya ketika membuat gerak ayunan itu. Itulah yang menciptakan kekuatan ayunan itu.
Pemain juga harus selalu memposisikan jarak kedua lututnya agar lebih dekat daripada jarak antara kedua kakinya selama melakukan gerak ayunan dari mulai ketika ujung depan kaki sebelah depan menyentuh tanah, pemain perlu memposisikan mata sebelah belakang atau sebelah dalam (mata kanan bagi pemukul kanan) di tengah tengah sehingga akan membantu keseimbangan batter.

Ingatlah, ketika mengawali ayunan, pinggul dan lutut sebelah belakang (yang mulai “rubuh”) harus berputar ke arah datangnya bola yang akan menambah pemanfaatan massa tubuh, “kepadatan” tubuh yang bergerak itu akan menambah kekuatan pukulan. Jadi seraya bola dilempar pitcher pemain menyentuh tanah dengan ujung kaki dan segera sesudah bagian tumitnya tertanam ke tanah, lutut sebelah belakang akan mulai berputar dan menurun. Pemain lalu mulai memanfaatkan paruh tubuh bagian bawahnya. Sementara itu bat masih belum bergerak ke zona pukul. Seraya menggerakkan ujung bawah (knob) bat agar satu bidang dengan datangnya bola, yang acap kali disebut posisi ‘bat lag’ (bat masih tertinggal dan masih harus menyusul), maka kaki sebelah belakang sudah sepenuhnya terputar sehingga tali sepatu akan menghadap ke arah pitcher dan berposisi tegak lurus dengan permukaan tanah.
Jadi pemain ‘berpijak’ dengan ujung kaki yang harus tegak lurus dengan tanah. Telapak satu tangan harus menghadap ke atas dan yang sebelah lagi menghadap ke bawah ketika perkenaan (kontak) dengan bola terjadi dan kedua lengan masih bengkok (flexed) untuk saat berikutnya bergerak lurus untuk ‘melempar’ ujung bat ke titik sekitar sama tinggi dengan dada. Lalu gerakan diselesaikan dengan posisi bat berakhir di atas bahu sehingga bat itu lebih lama berada dalam satu bidang dengan arah bola.
Pastikan pemain memahami bahwa pinggul dan lutut sebelah belakang bergerak sebelum bat bergerak karena itulah yang memberi daya tenaga ekstra yang diperlukan untuk menciptakan kekuatan pukul.
Ingatlah untuk mengunjungi ruang pembinaan fisik, melatih gerak dasar agar urutan gerak itu benar sesuai dengan gerak ayun, maka daya pukul tingkat tinggi yang didambakan insya Allah dapat diperoleh.

10 Petunjuk menafsirkan Bahasa Tubuh

Belajar membaca bahasa tubuh adalah sebuah disiplin yang penting dipelajari. Ia melengkapi dan membuat pintasan halangan komunikasi lisan dan kita lalu memberi pandangan mendalam tentang apa yang dipikirkan seseorang, ataupun apa yang akan ia lakukan nanti. Ingatlah bahwa seni membaca bahasa tubuh berarti memampukan kita memandang seseorang, menerima sinyal dan pada waktu yang sama tidak memperlihatkan kepadanya bahwa kita sedang “membaca”nya. Karena kalau ia tahu, maka ia akan menjadi tidak nyaman.

Petunjuk 1. Mata
Anak mata (pupil) yang membesar – ia tertarik pada topik yang sedang didengar atau disimaknya.
Kata orang “mata adalah jendela hati”. Mata dapat memberi banyak informasi tentang seseorang jika kita tahu apa yang kita cari. Seperti juga pada banyak situasi lain, sinyal yang sama dapat ditafsirkan berbeda. Tergantung sepenuhnya kepada keadaan saat itu. Contoh di atas dapat pula bermakna bahwa orang bersangkutan mengkonsumsi narkoba, atau juga dapat bermakna bahwa ia sedang memusatkan dirinya.

Petunjuk 2. Tangan
Telapak tangan terbuka – orang itu santai dan nyaman.
Tangan dapat mengekspresikan banyak hal dan merupakan awal ketika belajar menafsirkan bahasa tubuh. Umumnya, jika sesorang membuka tanganya berarti bahwa pertahanan dirinya sedang kendor.

Petunjuk 3. Meniru Gerak – Mimicking
Ketika berbicara kepada seseorang dan jika dia menirukan gerak dan posisi tubuh kita maka berarti dia merasa nyaman pada situasi itu dan sangat mungkin tertarik pada apa yang sedang disampaikan.

Petunjuk 4. Mata
Jika mata seseorang melihat ke samping maka itu pertanda bahwa ia merasa bersalah. Demikian pula jika ia melihat ke bawah maka itu adalah ekspresi rasa malu. Ingatlah bahwa mata dapat mencerminkan banyak hal berbeda sehingga mudah sekali kita membuat evaluasi yang keliru. Namun latihan yang banyak dapat mempertajam pengamatan.

Petunjuk 5. Lengan
Ada dua ekspresi penting yang diperlihatkan lengan yaitu lengan bisa tertutup (terlipat) atau terbuka. Ketika terlipat, orang yang diamati boleh jadi sedang marah atau tak sepakat. Ketika lengannya terbuka orang bersangkutan berada pada posisi jujur dan ia menerima situasi yang dihadapinya.

Petunjuk 6. Meraba Dagu
Kalau orang meraba raba dagunya itu umumnya berarti bahwa ia sedang berpikir.

Petunjuk 7. Kaki
Ketika seseorang terlibat pembicaraan dengan orang lain, kita dapat mengamati apakah dia nyaman dan tertarik pada yang sedang dicarakan melalui posisi kakinya. Ketika berdiri berhadapan, kakinya seharusnya akan mengarah ke yang diajak bicara. Itu berarti bahwa ia nyaman dan kepala serta matanya juga akan fokus memandang yang diajak bicara.

Ketika berdiri berhadapan namun kakinya mengarah ke arah lain dan kepala serta matanya tidak fokus kepada yang diajak bicara. Boleh jadi aia hanya mengangguk dan menyepakati dengan senyuman yang tidak tulus. Itu berarti orang itu tidak tertarik dan sangat mungkin merasa tidak nyaman pada situasi itu.

Petunjuk 8. Paha kebawah
Ketika berdiri maka paha dan betis merupakan indikator yang baik terkait seberapa percaya diri seseorang saat itu. Jika ia berdiri dengan kedua kaki berjarak selebar bahunya, maka ia sedang santai. Jika cara berdirinya dengan jarak kedua kaki lebih lebar dari bahunya, maka ia sangat percaya diri dan pada posisi kokoh untuk menunjukkan bahwa dirinya sangat terkendali.

Jika berdiri dengan kedua kaki disilangkan, orang itu boleh jadi pemalu.

Ketika duduk, jika kedua belah kakinya disilangkan, maka ia sedang ada pada moda berlindung. Acapkali ditunjukkan pula bersama dengan kedua tangan yang juga disilangkan.

Jika kedua kaki terbuka ketika duduk, maka ia sedang pada posisi santai. Sama ketika dia sedang berdiri.

Petunjuk 9. Jari
Jari tangan menciptakan banyak cara bersikap dan petunjuk baik untuk membaca bahasa tubuh. Sebuah jari yang diarahkan maka ia mungkin sedang menunjukkan sesuatu benda atau tempat, juga dapat berarti ia marah. Jika dia mengepalkan jarinya keras keras, biasanya berarti bahwa ia sedang memohon.

Mengetuk ngetukkan jari atau menabuh dengan jari menunjukkan ia frustrasi. Semakin kencang irama tabuhnya semakin parah frustrasi dan ketegangan pada dirinya.

Petunjuk 10. Alis mata
Alis mata dapat amat berguna. Berikut beberapa contoh.
Ketika alis diangkat, biasanya ia kaget atau terkejut. Semakin besar keterkejutan alis akan terangkat semakin tinggi.
Ketika seseorang mengangkat dan menurunkan alisnya berkali berkali ia sedang menyapa seseorang atau ia mengenali seseorang.

Semoga bacaan tentang cara menafsirkan bahasa tubuh ini cukup menghibur. Ingatlah bahwa kemampuan membaca bahasa tubuh bukanlah keterampilan yang dapat dipelajari dalam waktu beberapa hari saja. Semakin banyak latihan, maka semakin mudah pula orang akan mendapatkan keterampilan itu sehingga semakin halus pula orang dapat melakukannya.


Sumber : Tulisan Neal Hendes.

Atlit Anak - Apa Yang Didambakannya

Semua anak berbeda dan ketika berpartisipasi dalam berolahraga mereka memiliki alasannya sendiri sendiri yang masing masing berbeda. Satu anak misalnya, partisipasi dalam olahraga semata mata sebagai sosialisasi saja. Ia hanya suka berkumpul bersama teman temannya yang baginya sudah sangat menyenangkan hatinya. Namun terbukti dia cukup atletis dan mulai menyadari perhatian yang tercurah kepadanya ketika ia bermain dengan sangat baik ketika memukul (at bat), ataupun ketika main sebagai fielder. Sebaliknya anak lain yang boleh jadi lebih muda justru hanya senang bermain main. Ia bermain untuk mendapat kesenangan yang diraihnya ketika bermain. Ia suka berkumpul dengan teman sebayanya, namun sesungguhnya tampak sebagai manfaat tambahan baginya selain bermain baseball atau softball.
Bagaimana dengan anak anak yang lain, mengapa mereka suka bermain baseball atau softball? Mereka memiliki alasan masing masing yang ada hubungannya dengan tingkat usianya dan kepribadiannya. Jelas bahwa pemain tingkat sekolah menengah akan memiliki alasan yang berbeda dengan anak usia 10 tahun. Sayangnya orang tua dan pelatihnya acap kali tidak menyadari apa yang diinginkan anak anak itu sebagai manfaat bermain cabang olahraga tertentu. Dipercaya bahwa ada tema tema umum yang dapat diberlakukan untuk segala tingkat usia:

Kesenangan - Fun
Anak anak tidak ingin bermain jika tidak menyenangkan hatinya. Sekali lagi, kita harus mempertimbangkan kepribadian dan usia anak pemain itu. Pitcher setingkat sekolah lanjutan boleh jadi menganggap berlatih keras agar dapat berhasil ketika bertanding akan cukup menyenangkan baginya. Jadi kompetisi baginya sangat menyenangkan. Bagi anak anak yang lebih muda kompetisi bukanlah yang terpenting. Mereka lebih tertarik pada aksi aksi dan kegembiraan campur ketegangan ketika bermain. Menang dan kalah acapkali lebih berarti bagi para pelatih dan orangtuanya daripada bagi anak anak itu sendiri.

Variasi dan Organisasi
Banyak orang berpendapat bahwa olahraga yang terorganisir bagi anak anak sangat membosankan. Mungkin akibat pengorganisasian itu kesenangan dan kegembiraan pada anak anak jadi hilang. Anak anak lalu terlalu lama hanya duduk duduk atau berdiri saja bukan bermain. Saya tak sepakat bahwa olahraga yang terorganisir akan membosankan. Akan sangatlah indah jika kita dapat hidup seperti masa lalu dimana anak anak pergi sendiri ke lapangan lalu bertemu kawan kawannya untuk bermain kasti, atau olahraga lain seperti baseball. Kenyataannya dimasa kini, para orang tua tidak akan berani mengijinkan anak anak itu pergi sendiri tanpa pengawasan – jarang ada lapangan yang letaknya masih dekat rumah. Justru kurangnya pengorganisasianlah di sebuah jadwal latihan yang sesungguhnya menimbulkan masalah itu. Ketika hanya satu anak memukul – hitting – sedangkan sisanya berada dilapangan mencoba menangkap dan menguasai bola, maka kegembiraan dan kesenangan itu lalu hilang dari kegiatan olahraga ini.
Yang didambakan anak anak adalah variasi dan aksi. Mereka ingin belajar keterampilan berbeda dan mereka ingin dapat berlari lari kesana kemari yang menimbulkan kesenangan baginya. Latihan yang senantiasa mendorong mereka untuk bergerak terus, bermain, belajar, dan mengandung variasi kegiatan akan menciptakan lingkungan yang akan membuat anak anak bergembira dan bersenang senang.

Membina Keterampilan
Anak anak menyukai belajar keterampilan yang baru. Perhatikanlah dan cobalah turut merasakan kegembiraan dan keceriaan seorang anak yang baru berhasil memukul bola atau menangkap/ menguasai bola untuk pertama kalinya. Ketika keterampilannya berangsur semakin baik, maka tantangan yang harus dihadapinya juga perlahan lahan ditambah. Jika mereka tak lagi tertantang maka minatnya akan segera lenyap!

Pertemanan
Semua anak mendambakan untuk dapat diterima dan disukai oleh sebaya dan setingkatnya. Bermain di sebuah regu memberi peluang untuk membangun pertemanan dan untuk berinteraksi dengan anak lain di lingkungan luar sekolah. Regunya memberi individu anak mengelompok dan memberinya identitas kelompok dan maksud serta tujuan bersama. Menyenangkan sekali berbagi pengalaman bersama teman teman. Banyak anak anak hanya akan bermain karena teman teman mereka ikut bergabung bermain yang justru menjadi daya tarik utama untuk ikut bergabung.

Aksi Dan Kegairahan
Pemain basket akan selalu ingat tembakannya yang telah memenangkan sebuah kejuaraan. Juga anak anak akan mengingat setiap tembakannya yang masuk basket. Dengan cara itulah sebuah kegiatan yang berpotensi menyenangkan akan berubah menjadi kegairahan dan tantangan. Anak anak sangat mendambakan mendapat gairah (excitement) di olahraga yang terorganisir sekalipun. Mereka ingin aksi (action); mereka ingin mendapat gairah. Tergantung kepada pelatihlah untuk menciptakan lingkungan semacam itu untuk dapat memenuhi dambaan anak anak itu.
Perhatian
Banyak anak anak terlibat olahraga karena dorongan orangtuanya atau bahkan orangtuanyalah yang mendaftarkan mereka. Dengan bermain olahraga dan berprestasi cukup baik mereka lalu mendapat perhatian dari orang tuanya maupun dari orang orang dekatnya. Anak anak sangat ingin menyenangkan orangtuanya dan dengan berkinerja baik mereka dapat menyaksikan bagaimana orang-tuanya lalu membanggakannya.

Kompetisi
Kompetisi ditempatkan paling ujung dengan satu alasan. Bukan karena anak anak tidak suka berkompetisi menghadapi rekan sebaya dan setingkatnya, kebanyakan dari mereka senang melakukannya. Namun banyak anak anak yang tidak menghendaki tambahan tekanan yang diterima dari pelatih dan orangtuanya. Tambahan tekanan itulah yang dapat melenyapkan rasa gembira, senang dan gairah berolahraga. Belajar menangani kompetisi dan kekecewaan dengan baik amatlah penting. Juga penting untuk pelatih dan orangtua untuk menyadari bahwa dambaan berkompetisi dan pentingnya berkompetisi bagi anak akan berkembang seiring dengan berkembangnya keterampilan yang dapat dikuasainya … secara berangsur angsur (tidak mungkin serta merta!). Banyak anak anak yang tidak siap disorongkan ke sebuah situasi kompetisi dimana mereka merasa tertekan untuk dapat berkinerja baik.

Komunikasi
Pastilah datar di atas tidak lengkap terkait tentang apa yang dicari dan didambakan anak anak untuk berpartisipasi di sebuah olahraga. Penting bagi pelatih dan orangtua untuk menyadari bahwa ada banyak alasan mengapa anak mau berpartisipasi dan bermain. Pastikan bahwa pendekatan atau hampiran (approach) cocok dan sesuai dengan dambaan pemain karena amat penting untuk dapat berhasil mendapatkan sebuah musim pertandingan yang memuaskan. Penting untuk mengetahui apa yang memotivasi anak dan para pemain lain di regu. Hanya dengan cara itulah pelatih dan orangtua dapat menyusun sebuah rencana setiap musim yang sesuai dengan dambaan anak anak pemain. Tentu saja dengan syarat bahwa rencana umum organisasi olahraga baseball dan softball diketahui secara transparan.