Kamis, 30 September 2010

TIGA SIKAP SIAP PUKUL DAN PANDANGAN PEMAIN PADA BOLA

Ada hubungan antara sikap siap pukul (stance) di “batter’s box” dengan hal untuk dapat melihat dengan bebas kearah pitcher. Pada dasarnya ada tiga jenis sikap siap pukul. Sikap netral adalah jika hitter memposisikan kedua ujung kakinya satu garis sejajar dengan home plate. Kedua ujung kaki itu berjarak sama dengan homeplate. Sikap itu membuat pemain dapat melihat pitcher dengan baik tanpa susah payah atau tanpa pemain akan merasa tidak nyaman di dalam batters’ box. Kebanyakan pemain liga utama menggunakan sikap pukul netral seperti ini. Salah satunya adalah Ken Griffey, Jr. Ingatlah bahwa kita hanya berbicara mengenai bagaimana pemain menempatkan posisi kedua kakinya di dalam batter’s box.Yang kita inginkan adalah untuk membangun dasar yang solid mulai dari sebelah bawah.

Sikap siap pukul yang kedua yang juga populer dikalangan MLB hitter adalah yang disebut sikap tertutup (closed stance). Sikap tertutup itu, maka kaki yang berada di sebelah arah ke pitcher ditempatkan sedikit lebih dekat ke homeplate daripada kaki sebelah belakangnya. Kata kunci disini ialah “sedikit”. Pemain mungkin akan terlalu berlebihan sehingga kakinya terlalu dekat homeplate sehingga siakp siap pukul justru menghambat gerakan pukulnya.Hitter hebat Tony Gwynn yakin bahwa stance inilah yang terbaik bagi kebanyakan hitter.
Sikap siap pukul terbuka (open stance) adalah kebalikannya. Kaki yang terdekat dengan bukit pitcher sedikit dijauhkan dari homeplate.Jay Buhner dari klub MLB Mariners adalah salah satu hitter yang cukup dikenal yang menggunakan sikap siap pukul terbuka. Lebih sedikit hitter MLB menggunakan sikap ini, karena jelas lagi bahwa jarak ayunan yang lebih jauh ke zona pukul. Sikap terbuka membuat hitter harus melakukan lebih banyak tugas ketika lemparan pitch sedang menuju plate, agar supaya hitter dapat mengambil posisi memukul yang benar. Akan kita bahas lagi nanti.
Jadi sikap siap pukul manakah yang cocok? Setiap sikap memiliki keuntungan dan kerugiannya masing masing. Sebelum memilih salah satu, sebaiknya pemain melakukan sebuah test. Begitu pentingnya pemain dapat melihat bola dengan baik, maka kita perlu mengetahui mata sebelah mana yang leboh dominan (lebih aktip melihat). Mata dominan itulah yang bekerja lebih banyak ketika kita melihat sesuatu. Mata itu mengirim “pesan” ke otak tentang dimana bola berada terhadap benda benda lain disekeliling pandangan mata itu. Mata yang sebelah lagi juga mengerjakan tugas yang sama, namun mata yang dominanlah yang mengirim informasi yang lebih cermat. Ingatlah bahwa kita ingin mengungguli pitcher sehingga kita harus menggunakan segala hal yang menguntungkan kita.

Ulurkan tangan ke depan dengan jari jempol ditonjolkan seakan akan memberi tanda sanjungan “thumbs up”. Buka kedua mata lalu pilih sebuah benda yang jaraknya sekitar 7 meteran di depan pemain. Posisikan jari jempol itu sehingga ujungnya menuntupi benda yang sudah dipilih tadi. Lalu tutup mata sebelah kiri. Apakah jari jempol itu tampak seakan akan bergeser kekiri? Jika benar demikian, maka mata sebelah kiri itulah yang dominan. Jika tidak terjadi sesuatu apapun juga dan jari jempol itu masih menutup benda yang sudah dipilih tadi, maka tutuplah mata sebelah kanan. Jika jari jempol itu seakan akan melompat ke sebelah kanan, maka mata sebelah kananlah yang dominan.

Mengapa pengetesan ini penting bagi pemain? Jawabnya adalah agar pemain dapat menggunakan mata yang dominan itu untuk memukul bola. Dengan memilih sikap siap pukul yang membuat mata yang dominanlah yang bekerja amatlah penting. Idealnya mata yang dominanlah yang berada di sebelah pitcher berada yaitu yang dekat dengan pitcher. Yaitu mata sebelah kiri bagi hitter kanan dan mata kiri bagi pemukul kidal. Sayangnya bagi kebanyakan pemain justru sebaliknyalah yang lebih sering terjadi. Pemukul kanan umumnya memiliki mata kanan yang dominan dan sebaliknya pemukul kidal memiliki mata kiri yang dominan.
Dengan mata dominan itu diposisi lebih dekat dengan pitcher akan dapat membuat hitter dapat mengikuti bola sampai ke zona pukul. Inilah salah satu faktor yang dapat membantu menjelaskan mengapa “switch hitter” (pemain yang dapat memukul kidal maupun kanan) dapat memukul lebih baik dari satu sisi saja. Dengan tidak memiliki keuntungan itu tidak berarti pemain tak akan dapat jadi hitter yang bagus..
Artinya, kalau pemain sudah tahu mata sebelah mana yang mengirim gambar/pesan yang lebih cermat ke otaknya, maka pemain harus mengambil posisi sehingga ia dapat melihat bola dengan mata yang dominan itu.

Tampaknya itulah sebabnya kebanyakan hitter MLB memilih mengambil posisi siap pukul yang netral. Namun sangat diragukan bahwa mereka itu sadar betul mata sebelah mana yang dominan untuknya. Sangat boleh jadi setelah mencoba coba bertahun tahun mereka akhirnya memilih sebuah posisi tertentu karena dia dapat melihat bola dengan lebih baik. Cara coba coba yang harus dilakukan dalam waktu lama itu tidak akan diperlukan, jika pemain tahu matanya yang sebelah mana yang dapat melihat bola dengan lebih baik. Dari posisi siakp siap yang netral, pemain dapat memposisikan kepalanya diatas bahunya dengan nyaman untuk melihat bola dengan kedua matanya, lalu melihat bola itu dengan matanya yang dominan. Cara itu disebut penglihatan binocular, menggunakan kedua belah mata.
Jelaslah bahwa kalau pemain menggunakan sikap siap pukul yang terbuka maka dia dapat menggunakan kedua belah matanya. Namun ada alasan mengapa cara itu tidak terlalu sering digunakan oleh hitter hitter hebat. Penglihatan yang lebih baik itu harus dibayar dengan lebih banyaknya yang harus mereka kerjakan untuk mendapatkan ayunan pukul yang benar dan baik. Semakin sederhana gerakan ayunan pukul dapat dilakukan, maka pemain akan menggapai keberhasilan lebih besar. Sekali lagi, hal ini akan kita bahas lagi kelak.
Sikap siap pukul tertutup memiliki keunggulannya sendiri. Pemian dapat memposisikan kepalanya di atas bahunya untuk menggunakan kedua matanya untuk melihat dan mengikuti bola. Juga lalu dapat “meliput” daerah plate yang lebih luas. Stan Musial adalah seorang hitter hebat masa lalu dan sepanjang masa yang menggunakan siakp siap pukul sedikit tertutup itu. Jika sekiranya kita dapat melihatnya dari arah bukit pitcher ketika dia mengambil sikap siap pukul itu, maka kita boleh jadi akan berpendapat bahwa lehernya terbuat dari karet karena dia dapat memutar menolehkan kepalanya jauh sekali. Karena itulah dia mampu melihat bola dan mengikuti layangan bola dengan sangat baik.
Untuk menyimpulkan artikel ini: karena kita membina hitter yang baik langkah demi langkah, pilihlah sikap siap pukul yang memungkinkan pemain dapat melihat bola sangat baik. Dengan mempertimbangkan mata sebelah mana yang dapat lebih baik mengirim informasi ke otaknya. Komputer yang ada di dalam kepala itu harus diberi informasi yang akurat jika pemain ingin berhasil melakukan sebuah “tugas” fisik yang dikatakan orang “yang paling sulit dilakukan di cabang olahraga manapun juga”.

sumber: situs "beabetterhitter"

MEMEGANG BAT - BERAWAL DITANGAN

Tanganlah satu satunya yang menghubungkan pemain secara fisik dengan bat pemukul baseball. Tak mungkin dipegang dengan lengan, dengan bahu, apalagi dengan kaki atau dengan bayangan pikiran saja. Hanya bagian badan yang disebut tangan saja yang menyentuh bat. Boleh saja bahkan harus juga menggunakan bagian badan lain untuk mengayunkan bat dengan benar, tetapi satu satunya penghubung fisik dengan bat adalah kedua tangan pemain.
Karenanya, sangat masuk akal bahwa ketika pemain ingin jadi hitter yang bagus, maka pemain harus mengawalinya dengan dasar memegang bat yang benar. Pegangan itu harus membuat agar bagian tubuh lain, kalau sudah di”kenalkan” dengan gerakan yang benar, akan melakukannya dengan baik, efisien melalui kedua tangan untuk menghasilkan ayunan pukul yang kuat, efektip, terkendali dan dapat dilakukan kapan saja dikehendaki pemain.

Pegangan bat yang baik dilakukan dengan memegang pegangan bat oleh (terutama) bagian jari tangan. Untuk melakukannya, letakkanlah pegangan bat di atas pangkal ruas jari tangan di kedua belah tangan. Lalu tutupkan kedua tangan “membungkus” pegangan bat.
Jangan melakukan pegangan yang terlalu erat. Peganglah dengan santai di jari tangan seakan akan memegang seekor burung kecil di kedua tangan itu. Burung itu harus dipegang cukup kencang agar tdaik lepas terbang pergi, namun jangan terlalu erat sehingga akan menyakitinya.

Pegangan yang “ringan” seperti itu akan membuat otot tangan, pergelangan dan lengan bawah akan tetap “loose” dan senantiasa siap beraksi. Otot yang “loose” adalah otot yang dapat bereaksi cepat. Banyak orang berpikir dengan memegang bat sangat erat, sambil menggeretakkan gigi dan mengencangkan otot lengan, maka ia akan dapat memukul lemparan pitch fastballnya Nolan Ryan. Justru sebaliknyalah yang benar. Otot yang tegang akan lamban. Ketegangan itu akan menghambat otot lain yang mungkin tidak disadari pemain juga akan atau telah digunakannya untuk membantu ayunan pukulnya. Pernahkah lihat seorang pemain liga utama (major league) yang memegang bat dengan enteng lalu mengulang pegangan itu berkali kali ketika dia menantikan bola lemparan pitch? Pemain MLB itu sedang mengingatkan dirinya kembali untuk memegang bat dengan ringan dan enteng.

Ketika menyaksikan pertandingan tinju di televisi, kita acap mendengar komentator mengucapkan di awal pertandingan bahwa para petinju masih sedang tegang, dan mereka itu kurang “loose”. Terutama sekali pada pertandingan memperebutkan juara karena para petinju akan menjadi tegang berlebihan. Ketegangan membuat otot kaku dan melambatkannya. Ketika pertandingan sudah berjalan barulah para petinju dapat menyesuaikan diri dan mulai mampu melayangkan pukulan pukulan dengan cepat dan bertenaga. Kecepatan tinggi itu adalah akibat otot ototnya sudah mulai rileks untuk lebih tanggap menerima perintah yang dikirim oleh dan dari otak.
Pelajaran nomer satu: Otot yang “loose” akan bergerak cepat. Jadi peganglah bat dengan enteng tapi kuat dengan jari kedua tangan.

Cara paling mudah menjamin bahwa pemain mempertahankan pegangan bat dilakukan di bagian jari adalah dengan memutar tangan itu sedemikian rupa sehingga buku jari nomor dua di kedua belah tangan berada satu garis.

Jangan sekali kali memegang bat di bagian telapak tangan! Memegang bat dengan cara itu menghambat fleksi pergelangan ketika melakukan gerak ayun dan akan merampas kecepatan dan tenaga alamiah pemain. Pegangan di telapak tangan itu juga dapat menyakitkan pemain. Di pelbagai tingkatan atlit, kita acap menyaksikan batter mengenai bola dengan pegangan bat yang salah lalu dia mendapat cedera bilur bilur di telapak tangan sebelah atas di bagian atas tangannya. Bilur bilur itu akan bertahan beberapa hari bahkan beberapa minggu. Diharapkan setelah pemain mendapatkan cedera bilur itu ia lalu baru akan percaya untuk memegang bat di bagian jarinya.

Jika pemain tak merasa nyaman meluruskan buku jari seperti digambarkan di bagian atas itu, cobalah memutar kedua tangan sampai buku jari kedua dan buku jari ketiga menjadi satu garis. Pegangan itu acap disebut sebagai pegangan kotak (box grip) dan digunakan cukup banyak pemain liga utama. Pada kedua cara itu penting agar pemain merasa nyaman. Jadi, pilihlah salah satu cara itu yang dirasa paling enak untuk ukurandan bentuk tangan pemain lalu tetaplah mempertahankan cara itu.
Kedua cara itu awalnya dapat membuat pemain merasa kurang nyaman, namun tetaplah penting untuk memilih salah satu cara yang paling cocok untuknya lalu berlatih berulang ulang. Dalam waktu singkat gerakan itu dapat dilakukan secara alamiah dan otomatis untuk memegang bat dengan jari tangan. Kalau hal itu sudah terjadi, maka pemain sudah memiliki dasar untuk melakukan bagian lain gerakan ayunan yang dijalankan secara efektip.
Cara memegang bat merupakan dasar yang pertama harus dikuasai pemain jika dia ingin menjadi hitter yang bagus. Ingatlah selalu bahwa tangan itulah bagian tubuh yang menyambung langsung dengan bat. Bat itulah satu satunya yang perlu dibenturkan dengan bola. Kuasai dulu dasar fundamental ini sehingga dapat dikerjakan pemain dibawah sadarnya sehingga tidak perlu harus dipikirkan lagi setiap kali memukul.
Beberapa hitter hebat di sepanjang sejarah liga utama (major league) sering disebut sebut suka membawa bawa bat kemana mana. Dengan membawa bat, dia membiasakan diri merasakan pegangan bat ditangannya, menggenggamnya, merasakan bobot bat dan merasa nyaman dengan bat itu. Tentu saja sikap pengabdian seperti itu patut diteladani.
Hal bagus tentang berlatih memagang bat ialah pemain tidak perlu berada dilapangan baseball. Tak perlu ruang tambahan yang besar. Pemain dapat berlatih memegang bat sambil menonton acar televisi kegemarannya. Akan lebih baik kalau dilakukan sambil sambail menonton pertandingan Major League Baseball. Jika dilakukan sambil menonton baseball, maka pemain dapat memperlajari bagaimana hitter liga utama memegang batnya. Perhatikan bagaimana pegangan itu dilakukan dengan lemas (loose). Pemain dapat belajar banyak jika dia tahu apa yang dicarinya..
Ingatlah, “loose” atau pegangan yang lemas, nyaman dan dipegang di bagian jari tangan.
Gambar berikut adalah tangan Pemain hebat Ted Williams yang sedang memegang bat. Gambar ini dibuat tahun 1993, lebih dari 50 tahun setelah dia menjadi hitter MLB yang membuat pukulan hit .400 (40 %) dalam satu musim. Kelihatan hal hal yang mirip atau dikenali?



sumber: situs "beabetterhitter"

MEMBANGUN DASAR YANG KOKOH Untuk HITTING

Ketika membina sikap siap pukul yang bagus, ada dua faktor penting yang harus diutarakan disini. Maksud dan tujuan mengambil sikap siap pukul (stance) ialah agar pemain memiliki peluang terbesar untuk dapat melihat bola dengan jelas. Yang kedua, agar pemain memiliki keseimbangan tubuh sehingga dapat membuat ayunan pukul yang perkasa untuk memukul bola dengan kencang dan jauh ke arah manapun. Kedua faktor itu sesungguhnya bekerja sama. Jika pemain memiliki keseimbangan tubuh yang bagus, maka akan kecil kemungkinannya pemain akan menggerakkan atau memutar kepalanya ketika mengayunkan pukulan. Jika pemain tidak menggerakkan kepala, maka pemain itu akan dapat melihat bola lebih baik dan dengan sendirinya akan lebih berhasil membuat pukulan. Selain itu, bukan saja daya pandang untuk melihat bola itu saja yang kita bicarakan disini. Gerakan kepala dan akibat akibatnya atas keberhasilan membuat pukulan akan dibahas lebih rinci di artikel artikel lain.

sumber: situs beabetterhitter