Ada hubungan antara sikap siap pukul (stance) di “batter’s box” dengan hal untuk dapat melihat dengan bebas kearah pitcher. Pada dasarnya ada tiga jenis sikap siap pukul. Sikap netral adalah jika hitter memposisikan kedua ujung kakinya satu garis sejajar dengan home plate. Kedua ujung kaki itu berjarak sama dengan homeplate. Sikap itu membuat pemain dapat melihat pitcher dengan baik tanpa susah payah atau tanpa pemain akan merasa tidak nyaman di dalam batters’ box. Kebanyakan pemain liga utama menggunakan sikap pukul netral seperti ini. Salah satunya adalah Ken Griffey, Jr. Ingatlah bahwa kita hanya berbicara mengenai bagaimana pemain menempatkan posisi kedua kakinya di dalam batter’s box.Yang kita inginkan adalah untuk membangun dasar yang solid mulai dari sebelah bawah.
Sikap siap pukul yang kedua yang juga populer dikalangan MLB hitter adalah yang disebut sikap tertutup (closed stance). Sikap tertutup itu, maka kaki yang berada di sebelah arah ke pitcher ditempatkan sedikit lebih dekat ke homeplate daripada kaki sebelah belakangnya. Kata kunci disini ialah “sedikit”. Pemain mungkin akan terlalu berlebihan sehingga kakinya terlalu dekat homeplate sehingga siakp siap pukul justru menghambat gerakan pukulnya.Hitter hebat Tony Gwynn yakin bahwa stance inilah yang terbaik bagi kebanyakan hitter.Sikap siap pukul terbuka (open stance) adalah kebalikannya. Kaki yang terdekat dengan bukit pitcher sedikit dijauhkan dari homeplate.Jay Buhner dari klub MLB Mariners adalah salah satu hitter yang cukup dikenal yang menggunakan sikap siap pukul terbuka. Lebih sedikit hitter MLB menggunakan sikap ini, karena jelas lagi bahwa jarak ayunan yang lebih jauh ke zona pukul. Sikap terbuka membuat hitter harus melakukan lebih banyak tugas ketika lemparan pitch sedang menuju plate, agar supaya hitter dapat mengambil posisi memukul yang benar. Akan kita bahas lagi nanti.
Jadi sikap siap pukul manakah yang cocok? Setiap sikap memiliki keuntungan dan kerugiannya masing masing. Sebelum memilih salah satu, sebaiknya pemain melakukan sebuah test. Begitu pentingnya pemain dapat melihat bola dengan baik, maka kita perlu mengetahui mata sebelah mana yang leboh dominan (lebih aktip melihat). Mata dominan itulah yang bekerja lebih banyak ketika kita melihat sesuatu. Mata itu mengirim “pesan” ke otak tentang dimana bola berada terhadap benda benda lain disekeliling pandangan mata itu. Mata yang sebelah lagi juga mengerjakan tugas yang sama, namun mata yang dominanlah yang mengirim informasi yang lebih cermat. Ingatlah bahwa kita ingin mengungguli pitcher sehingga kita harus menggunakan segala hal yang menguntungkan kita.
Ulurkan tangan ke depan dengan jari jempol ditonjolkan seakan akan memberi tanda sanjungan “thumbs up”. Buka kedua mata lalu pilih sebuah benda yang jaraknya sekitar 7 meteran di depan pemain. Posisikan jari jempol itu sehingga ujungnya menuntupi benda yang sudah dipilih tadi. Lalu tutup mata sebelah kiri. Apakah jari jempol itu tampak seakan akan bergeser kekiri? Jika benar demikian, maka mata sebelah kiri itulah yang dominan. Jika tidak terjadi sesuatu apapun juga dan jari jempol itu masih menutup benda yang sudah dipilih tadi, maka tutuplah mata sebelah kanan. Jika jari jempol itu seakan akan melompat ke sebelah kanan, maka mata sebelah kananlah yang dominan.Mengapa pengetesan ini penting bagi pemain? Jawabnya adalah agar pemain dapat menggunakan mata yang dominan itu untuk memukul bola. Dengan memilih sikap siap pukul yang membuat mata yang dominanlah yang bekerja amatlah penting. Idealnya mata yang dominanlah yang berada di sebelah pitcher berada yaitu yang dekat dengan pitcher. Yaitu mata sebelah kiri bagi hitter kanan dan mata kiri bagi pemukul kidal. Sayangnya bagi kebanyakan pemain justru sebaliknyalah yang lebih sering terjadi. Pemukul kanan umumnya memiliki mata kanan yang dominan dan sebaliknya pemukul kidal memiliki mata kiri yang dominan.
Dengan mata dominan itu diposisi lebih dekat dengan pitcher akan dapat membuat hitter dapat mengikuti bola sampai ke zona pukul. Inilah salah satu faktor yang dapat membantu menjelaskan mengapa “switch hitter” (pemain yang dapat memukul kidal maupun kanan) dapat memukul lebih baik dari satu sisi saja. Dengan tidak memiliki keuntungan itu tidak berarti pemain tak akan dapat jadi hitter yang bagus..
Artinya, kalau pemain sudah tahu mata sebelah mana yang mengirim gambar/pesan yang lebih cermat ke otaknya, maka pemain harus mengambil posisi sehingga ia dapat melihat bola dengan mata yang dominan itu.
Tampaknya itulah sebabnya kebanyakan hitter MLB memilih mengambil posisi siap pukul yang netral. Namun sangat diragukan bahwa mereka itu sadar betul mata sebelah mana yang dominan untuknya. Sangat boleh jadi setelah mencoba coba bertahun tahun mereka akhirnya memilih sebuah posisi tertentu karena dia dapat melihat bola dengan lebih baik. Cara coba coba yang harus dilakukan dalam waktu lama itu tidak akan diperlukan, jika pemain tahu matanya yang sebelah mana yang dapat melihat bola dengan lebih baik. Dari posisi siakp siap yang netral, pemain dapat memposisikan kepalanya diatas bahunya dengan nyaman untuk melihat bola dengan kedua matanya, lalu melihat bola itu dengan matanya yang dominan. Cara itu disebut penglihatan binocular, menggunakan kedua belah mata.Jelaslah bahwa kalau pemain menggunakan sikap siap pukul yang terbuka maka dia dapat menggunakan kedua belah matanya. Namun ada alasan mengapa cara itu tidak terlalu sering digunakan oleh hitter hitter hebat. Penglihatan yang lebih baik itu harus dibayar dengan lebih banyaknya yang harus mereka kerjakan untuk mendapatkan ayunan pukul yang benar dan baik. Semakin sederhana gerakan ayunan pukul dapat dilakukan, maka pemain akan menggapai keberhasilan lebih besar. Sekali lagi, hal ini akan kita bahas lagi kelak.
Sikap siap pukul tertutup memiliki keunggulannya sendiri. Pemian dapat memposisikan kepalanya di atas bahunya untuk menggunakan kedua matanya untuk melihat dan mengikuti bola. Juga lalu dapat “meliput” daerah plate yang lebih luas. Stan Musial adalah seorang hitter hebat masa lalu dan sepanjang masa yang menggunakan siakp siap pukul sedikit tertutup itu. Jika sekiranya kita dapat melihatnya dari arah bukit pitcher ketika dia mengambil sikap siap pukul itu, maka kita boleh jadi akan berpendapat bahwa lehernya terbuat dari karet karena dia dapat memutar menolehkan kepalanya jauh sekali. Karena itulah dia mampu melihat bola dan mengikuti layangan bola dengan sangat baik.
Untuk menyimpulkan artikel ini: karena kita membina hitter yang baik langkah demi langkah, pilihlah sikap siap pukul yang memungkinkan pemain dapat melihat bola sangat baik. Dengan mempertimbangkan mata sebelah mana yang dapat lebih baik mengirim informasi ke otaknya. Komputer yang ada di dalam kepala itu harus diberi informasi yang akurat jika pemain ingin berhasil melakukan sebuah “tugas” fisik yang dikatakan orang “yang paling sulit dilakukan di cabang olahraga manapun juga”.
sumber: situs "beabetterhitter"





