Sabtu, 30 Oktober 2010

Pegangan Bola Untuk Pitching – Cara Menggenggam Dan Melempar Pelbagai Macam Lemparan Pitch Baseball



Oleh Steven Ellis, mantan profesional pitcher Chicago Cubs
Lemparan pitch yang benar berawal dari cara memegang bola baseball yang tepat. Berikut ini beberada cara pegangan bola yang paling umum dipakai para pitcher dan bagaimana gerakan lemparan pitch itu dilemparkan oleh pitcher pitcher tingkat sekolah tinggi dan di klub profesional.
Gunakanlah cara memegang bola berikut beserta uraian dan gambar berikut ini sebagai panduan mendapatkan cara menggenggam bola yang lebih baik.




Cara Menggenggam Dan Melempar Bola Fastball Empat Jahitan
Fastball empat jahitan
Untuk mendapatkan pegangan fastball empat jahitan, posisikan jari telunjuk dan jari tengah melintang jahitan bola baseball. Jahitan berbentuk sepatu/tapal kuda menghadap ke arah jari tengah dari tangan lempar (lihat gambar). Disebut jahitan tapal kuda karena memang bentuknya sangat mirip bentuk lengkungan tapal kuda.
Setelah itu, tempatkan jari jempol tepat di bawah bola, ditempat yang tidak berjahit (seperti pada gambar). Sebaiknya jari jempol bersinggungan tepat dengan bagian tengah bentuk jahitan tapal kuda yang di bawah bola.
Genggam dengan “lembut”, seakan akan menggenggam sebutir telur menggunakan ujung jari. Seharusnya akan ada celah antara bola dengan telapak tangan (lihat gambar tengah). Itulah kunci melempar fastball empat jahitan yang bagus dan kencang yang akan mencipta-kan putaran bola ke belakang serta kelajuan layang bola yang maksimal. Pegangan yang kendor itu meminimkan gesekan antara bola dengan tangan pitcher. Semakin kecil gesekan, maka tentu saja bola akan dapat semakin cepat lepas dari tangan lempar.
Apakah lemparan fastball empat jahitan cenderung melayang naik ke atas?
“Tidak akan” Begitu menurut Bill James, pengarang buku “The Neyer/James Guide to Pitchers.” “Kecuali jika dilempar dengan lintas ayunan lengan lempar dari bawah, fastball tidak akan pernah dapat melayang meluncur naik. Namun jika lemparan fastball dengan lintas ayun lengan lempar dari atas dilakukan dengan cukup tenaga, ia akan tampak seakan akan menanjak naik, karena ia tidak menurun setajam yang diperkirakan batter di dalam benaknya"

Cara Menggenggam Dan Melempar Fastball Dua Jahitan
Fastball dua jahitan
Fastball dua jahitan, sama seperti ‘sinker’ (tukik) atau ‘cutter’ (fastball potong), dipegang agak lebih erat dan lebih dalam daripada fastball empat jahitan. Lemparan jenis ini acap diperkirakan sebagai sebuah lemparan yang mengandung gerak patahan atau belokan yang berbeda dengan fastball empat jahitan yang terutama dipandang sebagai lemparan pitch lurus.
Ketika akan melempar fastball dua jahitan, jari telunjuk dan jari tengah diletakkan langsung di atas jahitan bola yang jarak keduanya paling dekat (lihat gambar).
Kemudian, jari jempol diletakkan persis dibawah bola bertentangan dengan posisi telunjuk dan jari tengah – di antara kedua jahitan (lihat gambar paling kanan).
Sekali lagi, fastball dua jaitan digenggam agak lebih erat daripada fastball empat jahitan. Pegangan yang lebih erat itu akan menciptakan gesekan yang akan menyebabkan arah layang bola berubah – biasanya mendekat ke arah plate di sebelah lengan lempar pitcher. Lemparan ini juga akan sedikit berkurang kekencangan laju (velositas) bolanya, karena itu jika diukur maka akan ada selisih kekencangan 1 sampai 3 mil per jam lebih lambat daripada fastball empat jahitan.
Saya sendiri (Steven Ellis, penyadur) ketika main di sekolah tinggi dan sebagai pemain profesional selalu melemparfastball dua jahitan ke arah tepi plate sebelah lengan lempar sedangkan ketika melempar fastball empat jahitan, saya loempar ke arah tepi plate sebelah lengan yang memakai glove. Dengan kata lain, karena saya pelempar kanan, saya akan melempar fastball dua jahitan ke arah dalam mendekati batter kanan dan fastball empat jahitan menjauhinya. Saya sangat menyukai merasakan pegangan bola dua jahitan di dalam glove (ketika belum memasuki tahap mengambil sikap siap lempar) yang membisikan kepada bawah sadarku bahwa aku akan melempar ke sebelah dalam (inside) seorang batter.

Cara Menggenggam Dan Melempar Changeup Tiga Jari - Three Finger Changeup
Changeup Tiga Jari
Lemparan pitch changeup tiga jari adalah lemparan pitch dengan variasi kecepatan laju bola yang sangat dianjurkan dan baik untuk dipakai pitcher baseball yang masih muda dan juga baik untuk para pitcher yang tidak memiliki ukuran tangan yang besar.
Cara memegang bola untuk melempar changeup tiga jari yang efektip adalah dengan meletakkan jari manis, jari tengah dan telunjuk di bagian atas bola (seperti ditunjukkan pada gambar di atas sebelah kanan). Jari jempol dan kelingking ditempatkan di kulit ybola tidak berjahit persis di bagian bawah bola (lihat gambar tengah).
Banyak pitcher yang saya latih suka merapatkan jari jempol dan kelingkingnya sehingga keduanya bersentuhan (seperti yang tampak pada gambar tengah). Cara itu membantu mendapatkan “rasa” yang peka untuk melempar pitch yang amat penting karena lemparan jenis changeup termasuk lemparan jenis “halus” (finesse).
OK, setelah mempelajari cara menggenggam bola, peganglah bola dalam dalam di telapak tangan guna memaksimalkan gesekan tangan dan guna “melencengkan” tenaga dorong bola ketika bola dilepas dari tangan. Itu juga berguna mengurangi kecepatan laju bola lemparan. Gertak lemparan harus sama dengan gerak lempar fastball. Gerak, dan laju ayunan lengan dan segala galanya harus sama benar dengan ketika melempar fastball.
Salah satu cara membina gerakan mekanika lemparan fastball namun dengan kecepatan laju bola changeup adalah dengan berlatih melempar changeup ketika berlatih lempar jarak jauh (long toss - melempar dengan jarak lebih dari 30 meter). Lakukan lemparan fastball dan changeup ganti berganti sebanyak 20 kali lemparan beberapa kali seminggu).
Catatan: Pitcher yang sudah pengalaman dapat bereksperimen dengan “memutar balik bola” untuk menciptakan gerak tikungan bola yang lebih tajam lagi. Untuk melakukannya, pitcher memutar tangan lemparnya ke”dalam” seakan akan memberi tanda “jempol ke bawah” (thumbs down) ketika melemparkan bola pitch.

Cara Menggenggam Dan Melempar Changeup Jari Melingkar - Circle Changeup
Circle changeup
Circle changeup dan fastball empat jahitanlah yang telah mengantarkan penulis ini ke kancah baseball profesional. Kedua jenis pitch ini adalah lemparan pitch yang sangat ampuh.
Untuk melempar circle changeup, peganglah dengan jari jempol dan telunjuk yang membentuk lingkaran atau seakan akan memberi tanda “OK” dengan tangan lempar. Bola di tempatkan di tengah tengah ketiga jari yang lain (seperti tampak pada gambar tengah di atas). Bola baseball harus dirapatkan dengan nyaman dengan lingkaran jari yang terbentuk itu.
Lalu lemparkan pitch ini dengan kecepatan ayun lengan dan gerakan yang sama mekanika gerakan melempar fastball, hanya saja bola sedikit diberi putaran dengan cara melempar lingkaran jari itu ke arah sasaran atau dengan kata lain dengan melakukan putaran tangan lempar atau pronasi. Seakan akan memberi tanda jempol ke bawah dengan tangan lempar kepada seseorang berdiri di depan pitcher. Kecepatan bola akan berkurang seraya membuat gerak belokan kecil ke arah sebelah lengan lempar.
Sebuah cara yang baik untuk membina gerakan mekanika lemparan fastball namun dengan kecepatan laju bola changeup adalah dengan berlatih melempar changeup ketika berlatih lempar jarak jauh (long toss - melempar dengan jarak lebih dari 30 meter). Lakukan lemparan fastball dan changeup ganti berganti sebanyak 20 kali lemparan beberapa kali seminggu).

Cara Memegang Bola Dan Melempar Palmball
Palmball
Lemparan pitch palmball (kadang kala disebut palm ball atau changeup empat jari) adalah satu satu dari dua atau tiga variasi lemparan pitch changeup. Ia juga merupakan lemparan yang memveriasikan kecepatan laju layangan bola.
Palmball digenggam dengan “mencekik” bola dalam dalam di telapak tangan lempar dan menggenggamnya dengan ke empat jari . Boleh dikata lemparan itu adalah changeup empat jari dimana bola ditempatkan di tengah tengah tangan lempar di antara jari tengah dan jari manis.
Telunjuk dan kelingking ditempatkan dikedua sisi bola untuk menyeimbangkannya, sedangkan jempol ditempatkan tepat di bawah bola. Pada titik perlepasan bola cobalah memberinya sedikit putaran agar bergerak lebih tajam. Semakin dalam genggaman, semakin besar gesekan yang diciptakan sehingga mengurangi kecepatan laju bola.
Namun, seperti juga lemparan pitch yang memvariasikan laju bola yang lain, gerak kecepatan ayunan lengan dan keseluruhan gerak lemparan harus sama dengan gerak lemparan fastball.

Cara Memegang Bola Untuk Melempar Pitch Curveball Pemula
Curveball Pitcher Pemula
Lemparan curveball pemula merupakan lemparan yang baik dilakukanpitcher pitcher berusia belia. Pada dasarnya, lemparan pitch ini merupakan kebalikan dari lemparan pitch fastball. Putaran bola fastball mengarah dari bawah ke atas (yang disebut juga “backspin), lemparan curveball akan menghasilkan putaran bola atas bola ke bawah. Selain itu daya dorong gerak (leverage) bola diudara yang pada fastball empat jahitan berasal dari belakang bagian atas bola, maka leverage bola lempar curve berasal dari spin bagian depan bola.
Penulis ini mengajarkan pegangan curveball pemula ini kepada pitcher belia yang mulai belajar melempar curveball untuk pertama kalinya karena merasa itulah cara yang paling mudah untuk dengan benar membuat putaran bola curveball. Disamping itu, penulis juga berpendapat bahwa pegangan ini adalah pegangan yang juga baik bagi pitcher yang sudah lebih pengalaman untuk digunakannya ketika berlatih jika ia sedang menghadapi masalah membuat gerak belokan dan patahan pada bolanya.
Beginilah cara melakukannya: Genggam bola dengan merenggangkan telunjuk dari bola – seakan akan jari itu menunjuk ke sesuatu. Jari telunjuk itu dapat dipakai untuk membidikkan bola ke arah sasaran.
Setelah itu, tempatkan jari tengah di sepanjang jahitan bola sebelah bawah dan lalu tempatkan jempol di jahitan sebelah belakang (lihat gambar tengah di atas). Ketika lemparan pitch ini dilemparkan, jempol harus berputar ke atas, dan jari tengah harus membuat gerak sentakan ke bawah sementara jari telunjuk menunjuk ke arah sasaran. Itulah mengapa pegangan ini baik sekali untuk pitcher pemula: bola akan menuju arah yang ditunjukkan jari telunjuk. Curveball pemula akan membantu menyesuaikan tangan dan bola ke arah sasaran.
Perhatian: Karena pada tingkat sekolah tinggi dan pemain profesional akan mampu melihat jari telunjuk yang direnggangkan dari bola ketika pitcher bergerak melempar pitch, maka pada peringkat sekolah tinggi ke atas, lemparan curveball pemula seyogyanya tidak lagi dipakai.

Cara Memegang Bola Untuk Melempar Curveball Sejati (Straight Curveball)
Curveball Sejati
Lemparan pitch curveball sejati (atau "curveball lintas ayun lengan dari atas") adalah salah satu cara memegang bola untuk melempar pitch dengan bola yang bergerak berbelok dengan gerak patahan. Merupakan variasi curveball untuk pemula dan curveball buku jari (knuckle curveball).
Lemparan curveball sejati memerlukan penguasaan melempar curveball pemula, karena kedua jenis lemparan itu memakai prinsip yang sama benar untuk kedua macam pegangan bola itu. Tidak berarti ketika menggunakan pegangan curveball sejati, lemparan harus dilakukan sama benar dengan cara melempar curveball pemula Kendatipun banyak juga pitcher yang memulai belajar melempar curveball dengan pegangan curveball pemula. Melempar curveball pemula dapat menjadi awal belajar curveball yang bagus. Tentu saja lalu dilanjutkan dengan pegangan curveball sejati ini. Tidak ada perbedaan mendasar antara antara pegangan melempar curveball pemula dengan yang sejati kecuali penempatan jari telunjuk yang diangkat itu. Pada curveball sejati telunjuk harus diletakkan rapat dengan bola, bukan direnggangkan dan hanya dipakai untuk menunjuk sasaran.
Gerak jari jempol dilakukan menuju ke atas. Jempol diputar menuju ke atas sementara jari telunjuk dan jari tengah berputar ke bawah.
Gerak lengan mendekati akhir gerak lempar sedikit di”perpendek”. Jadi bukan dilanjutkan dengan gerak lanjut yang lengkung ayunannya panjang ke luar lutut sebelah tengan berglove sambil diperlambat (deselerasi) seperti ketika melempar fastball, pitcher seharusnya menggerakkan siku lengan lemparnya ke arah pinggul di sebelah yang berlawanan dengan tangan lemparnya. Karena itu, maka gerak lanjut (follow through) tentu saja akan menjadi lebih pendek, namun pitcher dapat benar benar membuat gerak menyentakkan memutar pergelangannya ketika melempar.

Cara Memegang Bola dan Melempar Curveball Buku Jari - Knuckle Curveball
Knuckle curveball
Variasi lain melempar curveball yang lebih maju adalah yang disebut knuckle curveball (kadang kadang juga disebut “spike curve”). Penulis ini sendiri menggunakan pegangan ini. Cara melemparnya sama dengan curveball pemula hanya saja ketika memegang bola buku jari “dilipat” dan diletakkan di atas jahitan bola. Buku jari itulah yang akan mengarah ke sasaran, buka keseluruhan jari telunjuk seperti pada lemparan curtveball pemula!
Kesulitan melempar pitch ini bukanlah pada cara melemparnya. Bahkan, banyak pitcher yang merasa bahwa cara memegang bola seperti ini akan memberi gerak putaran rotasi bola yang terbaik sehingga layangan bola bergerak sangat tajam. Namun, bagi banyak pitcher yang mencoba belajar melempar knuckle curveball untuk pertama kalinya, rata rata tidak merasa nyaman memegang bola dengan jari “terlipat”. Memang harus diakui pada awalnya tidaklah nyaman melipat jari telunjuk untuk memegang bola.
Karena itu, sangat disarankan agar pitcher yang ingin belajar melempar pitch ini meluang waktu beberapa minggu – sebaiknya ketika tidak dalam musim pertandingan – untuk belajar membiasakan diri memegang bola dengan jari telunjuk terlipat. Lakujkanlah sambil menonton televisi atau di kelas sambil mendengarkan penjelasan guru. Jika jari telunjuk sudah terbiasa dengan pegangan itu, barulah maju lagi dengan belajar membuat putaran bola yang dilempar ke seorang rekan latih.
Perhatian: Sebaiknya tidak memelihara kuku yang panjang terutama di jari telunjuk tangan lempar agar supaya lemparan pitch jenis ini dapat efektip. Kuku yang panjang akan menghambat cara memegang bola yang bagus.

Cara Memegang Bola Dan Melempar Slider
Slider
Menurut Ted Williams, slider merupakan lemparan pitch paling ampuh di dunia baseball. Memang pernyataan itu masih belum tentu benar karena banyak faktor ketergantungan yang lain, namum lemparan pitch slider memang lemparan yang sangat efektip jika dilempar pitcher yang mampu melemparnya dengan benar.
Slider adalah lemparan pitch ketiga terkencang di baseball. Nomor satu adalah fastball empat jahitan dan nomor dua fastball dua jahitan. Penting bagi pitcher, orangtuanya atau coach-nya untuk mempelajari cara memegang bola untuk melempar slider dan kemudian mempelajari tehnik melempar slider untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan lengan lemparnya. Untuk melempar slider, bola dipegang seperti memegang bola untuk melempar fastball dua jahitan, tetapi sedikit digeser dari titik tengah bola (off-center).
Ketika melempar, usahakan agar bola dilepas dari tangan melalui sisi tangan  dari samping telunjuk di sebelah jempol. BUKAN melalui jari telunjuk dan jari tengah seperti ketika melempar fastball dua jahitan, karena jika dilepas dengan dorongan dua jari maka bola akan mendapat daya dorong berimbang sehingga kekencangan spin yang dikehendaki akan banyak berkurang. Pitcher pitcher yang piawai melempar slider kebanyakan memegang bola di dua pertiga bagian bola sebelah luar sambil mengokang pergelangan tangannya TIDAK dengan kaku ke sebelah jempol tangannya ketika melepas bola dari tangan. Dengan cara itu pitcher dapat memberi tekanan jari ke bagian luar bola dengan jari telunjuknya. Pergelangan tangan harus dihindarkan agar tidak terputar ketika melepas bola.
Tempatkan jahitan bola yang memanjang di antara telunjuk dan jari tengah, lalu tempatkan jempol di jahitan di sebelah bawah bola (seperti tampak pada gambar di atas). Ada pitcher yang merasa lebih baik menempatkan telunjuknya di sepanjang jahitan bola karena jari itulah yang menjadi pangkal tolak lemparan slider.
Kuncinya adalah pegangan bola yang dilakukan tidak pas di tengah tengah bola (di sepertiga bagian luar bola). Ingat untuk sedikit membengkokkan (mengokang) pergelangan tangan, tetapi jangan sampai pergelangan menjadi kaku. Cara itu pitcher masih dapat melakukan gerak sentakan pergelangan ketika melepas lemparan. Jika pergelangan sedikit dikokang ke arah jempol tangan lempar, maka sentakan pergelangan akan memungkinkan pitcher melepas bola dari sisi telunjuk di sebelah jempolnya, yang lalu akan memberi spin bola yang bagus.
Yang lainnya sudah mudah: Lemparan pitch ini dengan sendirinya akan jalan sendiri. Gerak belaokan bola dibangkitan dari putaran bola yang diluncurkan dari jari telunjuk yang memberinya daya dorong dari sebelh luar bola – BUKAN dari memutarkan tangan di bawah bola. Kecepatan ayun lengan lempar harus tetap sama dengan kecepatan ayunan lengan melempar fastball.

Cara memegang Bola Dan Melempar Pitch Splitter
Splitter
Lemparan fastball split-finger (kadangkala disebut splitter atau splitty) adalah lemparan pitch tingkat lanjut (advance).
Biasanya hanya dapat dilempar dengan baik oleh pitcher yang mendapat anugerah Tuhan berupa tangan yang besar. Karena lemparan ini harus melakukan pegangan bola yang didesakkan dalam dalam di tangan.  Itulah sebabnya lemparan jenis ini mendapatkan gerak bola yang menghunjam ke bawah. Jari telunjuk dan jari tengah ditempatkan di bagian luar jahitan bola yang berbentuk tapal kuda. Pegangan harus erat. Ketika melempar pitch ini, “lemparkan” pergelangan sebelah telapak tangan tepat menuju sasaran seraya menjaga telunjuk dan jari tengah terarah ke atas. Pergelangan tetap dijaga kaku.
Bruce Sutter, pitcher splitter terbaik sepanjang sejarah menganjurkan untuk menempatkan jempol tangan di jahitan bola sebelah belakang, bukan yang didepan. Cara itu akan menempatkan bola lebih ke depan daripada pegangan “fork ball”. Gerak lempar dilakukan sama dengan gerakan melempar fastball. Titik perhatian penting yang acap dilupakan ialah fastball split finger harus dilempar dengan “backspin”, sama seperti lemparan fastball dua jahitan.

Minggu, 10 Oktober 2010

DASAR HITTING

Jangan Terburu Buru, Memang Bukan Perkara Gampang
Dalam deret penyajian langkah-demi-langkah ini, 
slugger Albert Pujols dari St. Louis Cardinals akan 
mendemonstrasikan tehnik hitting.

Doug Benc/Getty Images

Bola yang berbentuk bulat – bat pemukulnya juga bulat. Padahal kita harus membuat pukulan yang telak! (square).
Itulah tantangan yang dihadapi hitter manapun juga dalam permainan baseball maupun softball. Bola datang menghampir dengan sangat kencang, acapkali sambil berkelok dan berkelit tergantung apa yang dicoba dilakukan pitcher pelemparnya, dan hitter hanya punya waktu kurang dari satu detik untuk memutuskan kemana arah ayunan, kapan, dan seberapa cepat harus mengayun. Para hitter terbaik punya pandangan mata yang bagus, gerak refleks cepat, tubuh bagian tasanya kuat dan kokoh, memiliki pandangan dan dorongan semangat tinggi untuk senantiasa menjadi lebih baik lagi.
Selain semua sifat itu, apalagi yang dibutuhkan? Tentu saja dasar dasarnya.

Sarung Tangan Batting Dan Memilih Bat
Albert Pujols dari St. Louis Cardinals berdiri siap memukul dalam sebuah pertandingan pada tanggal 12 May 2007. (kiri)
Donald Miralle/Getty Images

Pilihlah bat yang tidak terlalu berat. Sebagai pemula, semakin ringan bobot bat akan semakin baik. Jangan memilih bat yang terlalu berat bagi hitter. Salah satu cara membuat bat lebih ringan ialah dengan cara memegangnya yang sedikit digeser ke arah atas sekitar 3 sampai lima sentimeter yang acap dise-but “choke up”. Jarang sekali kita lihat ada pemain yang me-mukul dengan bat yang terlalu ringan.
Memakai sarung tangan untuk batting tergantung selera pemain. Banyak yang memakainya agar dapat menggenggam bat lebih baik. Ada juga yang lebih suka “merasakan” sen-tuhan bat langsung di tangannya.



Memasuki Batter Box
Albert Pujols, dan kebanyakan pemain liga utama lainnya berdiri di bagian belakang box agar mendapat waktu maksimal yang memungkinnya menyesuaikan diri pada lemparan fastball di liga utama. Menghadapi pitcher bergaya curveball Pujols 
mungkin akan sedikit maju ke depan box.


Doug Pensinger/Getty Images
Masuklah ke batter’s box di dekat home plate (dan pemain baseball dan fastpitch softball wajib mengenakan helm). Jika pitcher melempar ken-cang sebaiknya posisi sedikit digeser agak ke be-lakang box, supaya dapat tambahan waktu meli-hat bola sepersekian detik lagi. Jika pitchernya penggemar curve-ball, hitter akan lebih suka bergeser agak ke depan agar supaya ia dapat memukul bola lemparan pitch sebelum bola terlalu banyak berbelok menghunjam ke bawah.
Ada juga ilmu tentang dimana posisi berdiri hitter terkait jarak dengan home plate – lebih dekat atau lebih renggang. Jika rapat dengan home plate, lemparan pitch ke luar masih dapat dipukul, tetapi harus mewaspadai lemparan pitch ke dalam yang dapat “mengunci” hitter sehingga tak dapat mengayun atau pukulan menjadi sangat lemah. Sebaliknya juga kalau terlalu jauh dari plate dapat menimbulkan masalah. Jadi tentukan jarak dengan home plate yang “nyaman” dan aman.

Pegangan Bat Yang Enak
Albert Pujols dari St. Louis Cardinals
berdiri siap memukul menghadapi
Reds tanggal 26 April 2007.
Dilip Vishwanat/Getty Images

Ketika menggenggam pegangan bat, kedua tangan rapat saling bersentuhan. Pemukul kanan, maka tangan kiri berada di bawah dan kanan di atas (sebaliknya pada pemukul kidal).
Jaga jarak antara bat dengan dada sekitar lima-belas senti. Pegang bat mengarah ke atas, dan jangan dipikul di atas bahu. Kedua kaki diposisikan dengan jarak sekitar selebar bahu. Ada hitter yang lebih menyukai memposisikan kedua kaki lebih lebar (seperti Albert Pujols di gambar kiri), tetapi ingatlah bahwa Albert telah membina ayunan memukulnya dengan bertahun tahun latihan keras.
Jangan berdiri terlalu tegak – lutut sedikit ditekuk agar tak merasa kaku. Posisi itu menempatkan hitter pada sikap siap pukul.






Mata Menatap Bola
Albert Pujols berdiri siap memukul
menghadapi Milwaukee Brewers
tanggal 2 May 2007.
Jonathan Daniel/Getty Images

Gambar kiri adalah pandangan dari arah kebalikan sikap siap pukul Pujols.
Pandang pitcher dengan kedua mata, jangan hanya dengan sebe-lah mata saja sehingga lemparan pitch dapat dengan lebih jelas terlihat. Upayakan sesegera dan sedini mungkin melekatkan pandangan mata pada bola agar supaya dapat lebih berhasil memukulnya. Lalu jangan sampai melepaskan pandangan dari bola sesaatpun.
Saat ini, bobot tubuh tetap disangga oleh kaki sebelah belakang, namun bersiaplah untuk segera memindah-kannya.









Melangkah Dan Mengenai Bola
Albert Pujols mengenai bola pitch 
melawan Giants pada tanggal 10 July 2005.


Jed Jacobsohn/Getty Images
Hitter pemukul kanan, sedikit mengangkat kaki kirinya se-dikit ketika bola pitch dilepas. (Pemukul kidal mengangkat kaki sebelah kanan). Tatkala bola sudah mendekat, me-langkah ke depan sekitar jarak tigapuluh sentian (lebih pendek jika pemukul bertubuh lebih kecil atau lebih muda) sehingga akan membina gaya lebam (momentum) ke arah pitcher.
Saat ini pemukul seharusnya sudah dapat menilai apakah lemparan cukup bagus untuk dipukul. Jika jelas jelas “ball”, teruskan mengambil langkah tetapi lihat dan biarkan bola lewat. Jika diperkirakan “strike”, putar pinggul menuju bola dan ayunkan bat.
Kaki sebelah belakang seharusnya berputar tetapi tidak lepas dari tanah. Untuk memeriksa apakah sudah benar, lihat apakah kaki itu terarah ke bawah. Pemukul harus merasakan berat badannya bergeser ke depan.
Jaga agar siku rapat dengan tubuh sehingga ayunan membuat lingkar berjari jari pendek. Kalau pemukul mencoba meraih lemparan yang “outside” tenaga pukulnya akan sangat berkurang. Tetapi jika sudah dua strike, tentu saja hitter tak punya pilihan.
Tangan di sebelah bawah bat seharusnya menghela bat meliwati atas plate sementara tangan yang di sebelah atas memandu arah ayunan. Sangat disarankan mendapat perkenaan dengan bola ketika bola hampir sampai ke atas plate, jika terlambat kemungkinan pukulan akan ‘foul’.

Lintasan Ayunan Bat - Menuju Ke Atas (Uppercut)? Atau Datar?
Albert Pujols memukul bola ke tanah ketika 
melawan Colorado Rockies tanggal 28 May 2007.


Doug Pensinger/Getty Images
Banyak hitter muda yang masih kurang pengetahuan-nya selalu mengakhiri ayunan pukulannya ke arah atas membentuk gerak yang disebut “uppercut”, yang ber-arti bat berawal dari posisi lebih rendah dan berakhir di posisi lebih tinggi. Pemula sebaiknya memusatkan perhatiannya pada membuat ayunan pukulan yang mendatar, karena akan memberinya peluang lebih baik membuat perkenaan dengan bola. Kalau ia sudah lebih piawai, gerak lintas ayunan yang menuju ke atas itu da-pat kembali digunakan (sedikit saja) untuk menambah-kan tenaga dorong ke atas pada bola. Tetapi cara itu dapat dilakukannya nanti nanti saja – tidak usah terburu buru.

Gerak Lanjut - Following Through
Gerak lanjut Albert Pujols pada akhir
ayunannya ketika melawan San Diego
Padres tanggal 12 May 2007.
Donald Miralle/Getty Images

Baik ada kontak dengan bola maupun tidak, gerak ayunan bat akan berlanjut ke gerakan lanjutan. Jika gerak itu tidak dilakukan – ditahan, maka hitter tidak akan mampu mengerahkan kekuatan besar karena ayunan itu sesungguhnya sudah diperlambat sebelum kontak dengan bola terjadi. Jadi gerak lanjut amatlah penting dilakukan. Kalau kontak dengan bola berhasil, bersiaplah mencampakkan bat dan segera lari ke base satu.


Siap Ngacir!

Albert Pujols ngacir ke base satu ketika 
melawan Rockies pada tanggal 28 May 2007.


Doug Pensinger/Getty Images

Hitter melepaskan pegangannya pada bat – bukan melemparkan-nya. Pertama, karena sangatlah berbahaya melontarkan potongan aluminium atau kayu yang lalu menjadi proyektil yang dapat men-cederai orang. Selain itu, gerak melempar bat adalah gerak mubazir yang sia sia dan justru akan memperlambat hitter berlari menuju base satu.
Masalah hitting bukan hanya yang dipaparkan disini saja. Masih banyak yang lain lagi seperti memukul ke lapangan sebaliknya, mengerahkan tenaga pukul lebih besar, mengarahkan bola pukul ke belakang pelari dan sebagainya, namun yang ini adalah dasarnya.

Senin, 04 Oktober 2010

Enam Langkah Mengayunkan Pukulan Pemain Pro

Di situs BeABetterHitter (BABH) kita diajari bahwa cara mudah mengajarkan pemain belia untuk mengayunkan bat untuk memukul bola pitch ialah dengan membagi bagi gerak ayunan itu menjadi bagian bagian lebih kecil. Di situs ini juga dapat kita temukan tulisan berjudul HITTING FUNDAMENTALS - ENAM LANGKAH MENDAPAT AYUNAN PUKUL YANG MANIS dan artikel lain yang juga mengacu pada hampiran yang sama.
Memang mengayunkan bat untuk memukul bola pitch adalah gerakan yang cukup rumit, namun juga dapat tampak sederhana dan mudah. Jika pemain sudah dapat menanamkan ke enam urutan langkah itu ke daya ingat otot ototnya, maka pekerjaan memukul bola pitch itu akan jauh lebih mudah. Ayunannya akan menjadi otomatis, dengan kata lain, pemain perlu melakukan apa apa, hanya memilih lemparan pitch yang enak digebuk … lalu gebuk! Dengan memiliki gerak ayun yang baik sebagai bagian persenjataan ketika masuk batter’s box, pemain menambah peluangnya untuk berhasil melawan pitcher pitcher yang tentu semata mata berpikiran untuk menyusahkan dan mematikan batter.
Cara ini gak akan “gatot” – gagal secara total – kendatipun kita menyaksikan sendiri keberhasilan hitter yang membina dan mengembangkan gerak mengayun dengan metoda ini … namun ada saja yang tidak sepakat dan bahkan menolaknya mentah mentah dan mengucapkan sesuatu yang bersifat negatip tentang falsafah pembinaan ini. Karena itu kita akan menguraikan dan memecahkan gerak mengayun itu ke bagian bagian lebih kecil gerak ayun para pemain MLB dan menunjukkan bahwa merekapun melakukan enam langkah yang sudah tertanam di tubuhnya untuk melakukan ayunan yang terdiri dari: 1. Kokang - Load 2. Melangkah - Step 3. Meluncurkan - Launch 4. Perkenaan - Contact 5. Ulur Lengan - Extend 6. Ulur Lagi - Extend Again.
Sengaja tidak disertakan cara mengambil sikap siap pukul atau tahap penyelesaian gerak ayun di ke enam langkah itu. Sikap siap pukul banyak dipengaruhi gaya masing masing pemain, bangun tubuh pemain dan beberapa faktor lain. Masing masing hitter mengambil sikap siap pukulnya sendiri. Berdirilah sesukamu. Tetapi masih disarankan bahwa ada cara bersikap siap pukul yang benar seharusnya akan membuatnya mendapat peluang sebesar besarnya untuk melakukan urutan rangkaian gerak ayun itu sehingga akan lebih berhasil membuat pukulan. Jadi sikap siap pukul yang berlebihan akan juga memerlukan keterampilan lebih banyak untuk membawa bat ke zona perkenaan dengan bola. Sikap siap pukul yang sederhana, bersih, dengan dasar yang baik akan membuat ayunan yang ringkas, pendek, tandas, cermat dan dapat diulang ulang kapanpun juga. Itulah tujuan artikel yang ada di BABH, jadi sangat disarankan untuk tetap menjaga gerak ayun yang mudah dan sederhana.
Gerakan akhir (finish) umumnya diakibatkan oleh gerak ayun itu sendiri sampai ke langkah ke enam, dimana kawasan yang dilewati bola pitch yang terpukul di zona strike. Juga dipengaruhi bangun tubuh pemain sendiri. Karena itu kita juga tidak akan sangat rewel dan cerewet tentang hal ini. Tetapi tetap disarankan agar pemain tetap memperhatikan keseimbangan tubuhnya ditahap akhir ayunan itu. Selama mengerjakan drills memukul, osft toss dan berlatih di batting cage pemain harus juga memperhatikan keseimbangan tubuhnya ketika selesai membuat ayunan memukul bola. Tindakan itu hanya membantu kalau pemain membina gerak ayunan memukul yang ringkas, tandas, kuat dan cermat yang memang kita inginkan. Ingatlah selalu etika pemain membina gerak ayunan memukulnya.


Langkah 1: Gerak kokangan - The Load.
Dimaksudkan untuk membuat kokangan yang menghimpun tenaga untuk dilepaskan kepada bola. Di BABH kita sangat menganjurkan untuk sedikit mengangkat tumit kaki sebelah depan seraya juga sedikit memutar lutut kaki sebelah depan itu. Cara itu akan dengan efektip dan efisien memindahkan berat badan secukupnya ke sisi tubuh sebelah belakang untuk menyiapkan gerak kokangan itu. Daya tenaga dikerahkan dari mulai setingkat tanah sampai ke atas jadi pemain harus memastikan dan mempertahankan berat badan yang sudah dipindahkan ke bagian dalam kaki sebelah belakang, betis dan pahanya. Pemain memerlukan berat badan itu berada disitu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya di rangakaian gerak urutan berikutnya.
Langkah 2: Melangkahkan Kaki.
Tujuannya adalah untuk medapatkan “timing” yang tepat, dan melakukan kokang, atau menggeser berat badan. Pada gambar tampak Cameron Maybin sedang melakukan gerak melangkah. Kepalanya tak bergoyang yang tetap tak bergeming di atas bahunya sebelah depan. Kedua tangannya di sebelah belakang menantikannya dapat mengidentifikasi lokasi lemparan pitch yang datang di memasuki sepertiga bagian plate. Hitter pasti ingin langkah kakinya tepat waktu untuk lemparan pitcher yang fastball sekalipun. Dengan demikian hitter memiliki cukup waktu melakukan reaksi atas kecepatan dan lokasi bola. Jika langkah kaki terlambat, hitter akan berada diposisi lemah. Langkah kaki harus pendek, “lembut” dan lurus ke arah bola. Kita menyarankan sikap pukul dengan kaki sebelah depan sedikit terbuka. Karena sikap itu akan membuat gerakan yang cepat dan kuat untuk “melepas” pinggul sebelah belakang.
Gambar dibawah dapat menjadi petunjuk kapan hitter meletakkan kaki sebelah depan ke tanah. Pada saat ini juga pemain juga sudah harus menentukan bagian sepertiga plate mana yang perlu diperhatikan..


Langkah 3 Peluncuran - The Launch.
Tujuannya melepas kokangan (uncoil) tenaga yang sudah terkumpul akibat dua langkah gerakan ayunan yang disebutkan di atas. Perhatikan bahwa kedua tangan belum siap melepas ayunan bat. Masih menunggu agar bola melayang lebih masuk ke zona pukul sebelum melakukan gerak ayun ke arah titik perkenaan dengan bola. Tetapi (!!!) kedua tangan sudah mulai terarah ke bidang lintasan bola pitch sebagai akibat dari pengarahan yang dilakukan oleh tangan sebelah bawah. Mendorong tonjolan bawah bat ke arah bola dengan tangan sebelah bawah membuat gerakan menghela yang sangat ideal jika tertanam di daya ingat otot pemain ketika mengayun. Tangan sebelah bawah itulah yang memandu bat ke arah bidang lintas yang tepat seperti tampak pada gambar ini . Gerakan itu juga membuat tubuh atas hitter mencondongkan diri yang sangat kritis a gar lintasan bat sesuai dengan lintasan bola. Perhatikan juga posisi kaki sebelah depan yang terbuka.

















Kedua ayunan pukulan ini menghasilkan home run. Perhatikan ketika mengayun, bat “tertinggal” di belakang, sisi depan tubuh yang dikokohkan dan bagaimana pinggul sebelah belakang siap memberi tenaga pada ayunan bat. Pinggul telah diluncurkan! Dan pinggul bergerak mendahului gerakan tangan pada ayunan pukulan baseball, (yang harus selalu diingat). Kepala berada teguh ditempatnya sehingga mata dapat mengunci pandangan pada bola baseball dengan fokus sepenuh penuhnya … bola lalu digebuk! Bangunlah ayunan yang baik, lalu “Lihat bola. Pukul bola!”

Langkah 4 Perkenaan dengan bola
Tujuannya: menghajar bola ke segala arah!

















Dua lagi pukulan home run di gambar ini; perhatikan bahwa Sheffield (kiri) mengayunkan pukulan arah kebawah sehingga bola mendapat putara ke belakang (backspin) sedangkan Dan Uggla (kanan) mengayun di bidang ayunan yang berbeda dan memukul bola ke arah lapangan kiri. Mereka dapat melakukannya sebagai karena mereka mampu mengenali pertiga bagian plate mana mereka harus harus melakukan perkenaan dengan bola. Juga karena penegnalannya pada lintasan bola pitch yang menghampirinya. Perhatikan pula kesamaan posisi bagian tubuh sebelah depan mereka berdua, kaki sebelah depan membuat sudut, bagian tbuh sebelah belakang sudah sepenuhnya berputar. Daya puntir yang dibangkitkan ketika membuat kokangan kemudian melepas kokangan untuk perkenaan dengan bola. Tangan sebelah atas telapaknya menghadap ke atas dan bergerak men”dorong” sementara telapak tangan sebelah bawah menghadap ke bawah dan melakukan gerakan yang meng”hela”! Siku sebelah kanan masih dibengkokkan dan melakukan tonjokan layaknya yang dilakukan seorang petinju dari jarak dekat. Selain itu, keseimbangan tubuh kedua pemain juga sangat baik, sehingga pelepasan tenaga dan gerak rotasi tubuh bagian belakang itu terarah ke bola. Bagian “barrel” bat yang pada dasarnya berputar mengitari sebuah as yang tetap yang diperankan oleh tubuh bagian depan yang tegar dan kokoh.

Langkah 5 Merentang Lengan.
Tujuannya untuk melanjutkan pemindahan energi melalui kontak dengan bola sehingga membuat kecepatan bat berlanjut semakin cepat melewati titik perkenaan dengan bola. Di langkah inilah siku lengan belakang mulai diluruskan akibat dorongan tangan sebelah atas.

Ingatlah selalu apa yang di”dakwah”kan di situs BABH: ayunan pendek mengenai bola tetapi mulai memanjang ketika sudah melewati titik perkenaan dengan bola! Disinilah awal memanjangkan ayunan melewati bola. Jangan memperlambat ayunan bat setelah perkenaan! Biarkan berlanjut melewati bola! Perhatikan juga bahwa pergelangan masih belum berguling.

Langkah 6 Rentangkan sekali lagi!
Bahkan dalam upaya melaksanakan konsep “ayunan panjang melalui bola”, kita menginginkan agar pemain merentangkan lengannya lagi. Disini dapat kita lihat hitter MLB menggunakan konsep itu hingga dia mendapat posisi “Power V” yang sering sekali dijadikan acuan.

Perhatikanlah bahwa kepala tetap diposisi segaris dengan bahu sebelah belakang, seakan akan menggunakan bahu itu sebagai acuan untuk membidik bola yang lewat. Itulah kalau pemain berhasil melakukan rotasi tubuh dibawah kepala yang tidak bergerak yang berkali kali kita sarankan. Pergelangan mulai berguling sehingga bat dapat dilepas ke gerak ayun terakhir (finish).
Berbicara tentang gerak ayunan terakhir, berikut ini beberapa gaya pemain yang berbeda. Sekali lagi ditegaskan bahwa itulah akibat kombinasi jenis bangun tubuh pemain, lokasi dimana bola pitch itu dikenai dan juga gaya pemain masing masing.
















Agar supaya pemain tidak melupakan gagasan untuk sedapat mungkin “membiarkan bola melintas – let the ball travel”. Seperti misalnya ketika bola melintasi duapertiga plate sebelah luar. Biarkan bola itu sampai di titik sehingga dapat dipukul di bagian dalam bola. Saran “pertahankan tangan agar tetap berada di sebelah dalam bola” memiliki alasan yang cukup. Sudah lama dijadikan mantera para hitter hebat sejak mulai jaman Ty Cobb bermain. Itulah contoh contoh apa yang acap dipergunjingkan itu.

Perhatikan juga bahwa ada dua titik kontak yang ada di dekat pertengahan tubuh dan yang sedikit lebih dalam (deeper)! Itulah cara membiarkan bola melintas (allowing the ball to travel), dengan kesadaran dan kepercayaan diri yang penuh atas gerak ayunan yang hanya memiliki satu tujuan saja; menghajar bola ke segala arah! Ingatlah bahwa kebanyakan lemparan pitch melintas di duapertiga sebelah luar plate. Jika pemain membiarkan bola melintas maka pemain dapat menggunakan sebagian besar lapangan sebagai sasaran tembak sehingga akan dapat membantu pemain menjadi hitter yang lebih hebat (Be A Better Hitter)!