Memang mengayunkan bat untuk memukul bola pitch adalah gerakan yang cukup rumit, namun juga dapat tampak sederhana dan mudah. Jika pemain sudah dapat menanamkan ke enam urutan langkah itu ke daya ingat otot ototnya, maka pekerjaan memukul bola pitch itu akan jauh lebih mudah. Ayunannya akan menjadi otomatis, dengan kata lain, pemain perlu melakukan apa apa, hanya memilih lemparan pitch yang enak digebuk … lalu gebuk! Dengan memiliki gerak ayun yang baik sebagai bagian persenjataan ketika masuk batter’s box, pemain menambah peluangnya untuk berhasil melawan pitcher pitcher yang tentu semata mata berpikiran untuk menyusahkan dan mematikan batter.
Cara ini gak akan “gatot” – gagal secara total – kendatipun kita menyaksikan sendiri keberhasilan hitter yang membina dan mengembangkan gerak mengayun dengan metoda ini … namun ada saja yang tidak sepakat dan bahkan menolaknya mentah mentah dan mengucapkan sesuatu yang bersifat negatip tentang falsafah pembinaan ini. Karena itu kita akan menguraikan dan memecahkan gerak mengayun itu ke bagian bagian lebih kecil gerak ayun para pemain MLB dan menunjukkan bahwa merekapun melakukan enam langkah yang sudah tertanam di tubuhnya untuk melakukan ayunan yang terdiri dari: 1. Kokang - Load 2. Melangkah - Step 3. Meluncurkan - Launch 4. Perkenaan - Contact 5. Ulur Lengan - Extend 6. Ulur Lagi - Extend Again.
Sengaja tidak disertakan cara mengambil sikap siap pukul atau tahap penyelesaian gerak ayun di ke enam langkah itu. Sikap siap pukul banyak dipengaruhi gaya masing masing pemain, bangun tubuh pemain dan beberapa faktor lain. Masing masing hitter mengambil sikap siap pukulnya sendiri. Berdirilah sesukamu. Tetapi masih disarankan bahwa ada cara bersikap siap pukul yang benar seharusnya akan membuatnya mendapat peluang sebesar besarnya untuk melakukan urutan rangkaian gerak ayun itu sehingga akan lebih berhasil membuat pukulan. Jadi sikap siap pukul yang berlebihan akan juga memerlukan keterampilan lebih banyak untuk membawa bat ke zona perkenaan dengan bola. Sikap siap pukul yang sederhana, bersih, dengan dasar yang baik akan membuat ayunan yang ringkas, pendek, tandas, cermat dan dapat diulang ulang kapanpun juga. Itulah tujuan artikel yang ada di BABH, jadi sangat disarankan untuk tetap menjaga gerak ayun yang mudah dan sederhana.
Gerakan akhir (finish) umumnya diakibatkan oleh gerak ayun itu sendiri sampai ke langkah ke enam, dimana kawasan yang dilewati bola pitch yang terpukul di zona strike. Juga dipengaruhi bangun tubuh pemain sendiri. Karena itu kita juga tidak akan sangat rewel dan cerewet tentang hal ini. Tetapi tetap disarankan agar pemain tetap memperhatikan keseimbangan tubuhnya ditahap akhir ayunan itu. Selama mengerjakan drills memukul, osft toss dan berlatih di batting cage pemain harus juga memperhatikan keseimbangan tubuhnya ketika selesai membuat ayunan memukul bola. Tindakan itu hanya membantu kalau pemain membina gerak ayunan memukul yang ringkas, tandas, kuat dan cermat yang memang kita inginkan. Ingatlah selalu etika pemain membina gerak ayunan memukulnya.
Langkah 1: Gerak kokangan - The Load.
Dimaksudkan untuk membuat kokangan yang menghimpun tenaga untuk dilepaskan kepada bola. Di BABH kita sangat menganjurkan untuk sedikit mengangkat tumit kaki sebelah depan seraya juga sedikit memutar lutut kaki sebelah depan itu. Cara itu akan dengan efektip dan efisien memindahkan berat badan secukupnya ke sisi tubuh sebelah belakang untuk menyiapkan gerak kokangan itu. Daya tenaga dikerahkan dari mulai setingkat tanah sampai ke atas jadi pemain harus memastikan dan mempertahankan berat badan yang sudah dipindahkan ke bagian dalam kaki sebelah belakang, betis dan pahanya. Pemain memerlukan berat badan itu berada disitu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya di rangakaian gerak urutan berikutnya.Langkah 2: Melangkahkan Kaki.

Tujuannya adalah untuk medapatkan “timing” yang tepat, dan melakukan kokang, atau menggeser berat badan. Pada gambar tampak Cameron Maybin sedang melakukan gerak melangkah. Kepalanya tak bergoyang yang tetap tak bergeming di atas bahunya sebelah depan. Kedua tangannya di sebelah belakang menantikannya dapat mengidentifikasi lokasi lemparan pitch yang datang di memasuki sepertiga bagian plate. Hitter pasti ingin langkah kakinya tepat waktu untuk lemparan pitcher yang fastball sekalipun. Dengan demikian hitter memiliki cukup waktu melakukan reaksi atas kecepatan dan lokasi bola. Jika langkah kaki terlambat, hitter akan berada diposisi lemah. Langkah kaki harus pendek, “lembut” dan lurus ke arah bola. Kita menyarankan sikap pukul dengan kaki sebelah depan sedikit terbuka. Karena sikap itu akan membuat gerakan yang cepat dan kuat untuk “melepas” pinggul sebelah belakang.
Gambar dibawah dapat menjadi petunjuk kapan hitter meletakkan kaki sebelah depan ke tanah. Pada saat ini juga pemain juga sudah harus menentukan bagian sepertiga plate mana yang perlu diperhatikan..

Langkah 3 Peluncuran - The Launch.
Tujuannya melepas kokangan (uncoil) tenaga yang sudah terkumpul akibat dua langkah gerakan ayunan yang disebutkan di atas. Perhatikan bahwa kedua tangan belum siap melepas ayunan bat. Masih menunggu agar bola melayang lebih masuk ke zona pukul sebelum melakukan gerak ayun ke arah titik perkenaan dengan bola. Tetapi (!!!) kedua tangan sudah mulai terarah ke bidang lintasan bola pitch sebagai akibat dari pengarahan yang dilakukan oleh tangan sebelah bawah. Mendorong tonjolan bawah bat ke arah bola dengan tangan sebelah bawah membuat gerakan menghela yang sangat ideal jika tertanam di daya ingat otot pemain ketika mengayun. Tangan sebelah bawah itulah yang memandu bat ke arah bidang lintas yang tepat seperti tampak pada gambar ini . Gerakan itu juga membuat tubuh atas hitter mencondongkan diri yang sangat kritis a gar lintasan bat sesuai dengan lintasan bola. Perhatikan juga posisi kaki sebelah depan yang terbuka.


Kedua ayunan pukulan ini menghasilkan home run. Perhatikan ketika mengayun, bat “tertinggal” di belakang, sisi depan tubuh yang dikokohkan dan bagaimana pinggul sebelah belakang siap memberi tenaga pada ayunan bat. Pinggul telah diluncurkan! Dan pinggul bergerak mendahului gerakan tangan pada ayunan pukulan baseball, (yang harus selalu diingat). Kepala berada teguh ditempatnya sehingga mata dapat mengunci pandangan pada bola baseball dengan fokus sepenuh penuhnya … bola lalu digebuk! Bangunlah ayunan yang baik, lalu “Lihat bola. Pukul bola!”
Langkah 4 Perkenaan dengan bola
Tujuannya: menghajar bola ke segala arah!

Dua lagi pukulan home run di gambar ini; perhatikan bahwa Sheffield (kiri) mengayunkan pukulan arah kebawah sehingga bola mendapat putara ke belakang (backspin) sedangkan Dan Uggla (kanan) mengayun di bidang ayunan yang berbeda dan memukul bola ke arah lapangan kiri. Mereka dapat melakukannya sebagai karena mereka mampu mengenali pertiga bagian plate mana mereka harus harus melakukan perkenaan dengan bola. Juga karena penegnalannya pada lintasan bola pitch yang menghampirinya. Perhatikan pula kesamaan posisi bagian tubuh sebelah depan mereka berdua, kaki sebelah depan membuat sudut, bagian tbuh sebelah belakang sudah sepenuhnya berputar. Daya puntir yang dibangkitkan ketika membuat kokangan kemudian melepas kokangan untuk perkenaan dengan bola. Tangan sebelah atas telapaknya menghadap ke atas dan bergerak men”dorong” sementara telapak tangan sebelah bawah menghadap ke bawah dan melakukan gerakan yang meng”hela”! Siku sebelah kanan masih dibengkokkan dan melakukan tonjokan layaknya yang dilakukan seorang petinju dari jarak dekat. Selain itu, keseimbangan tubuh kedua pemain juga sangat baik, sehingga pelepasan tenaga dan gerak rotasi tubuh bagian belakang itu terarah ke bola. Bagian “barrel” bat yang pada dasarnya berputar mengitari sebuah as yang tetap yang diperankan oleh tubuh bagian depan yang tegar dan kokoh.
Langkah 5 Merentang Lengan.
Tujuannya untuk melanjutkan pemindahan energi melalui kontak dengan bola sehingga membuat kecepatan bat berlanjut semakin cepat melewati titik perkenaan dengan bola. Di langkah inilah siku lengan belakang mulai diluruskan akibat dorongan tangan sebelah atas.

Ingatlah selalu apa yang di”dakwah”kan di situs BABH: ayunan pendek mengenai bola tetapi mulai memanjang ketika sudah melewati titik perkenaan dengan bola! Disinilah awal memanjangkan ayunan melewati bola. Jangan memperlambat ayunan bat setelah perkenaan! Biarkan berlanjut melewati bola! Perhatikan juga bahwa pergelangan masih belum berguling.
Langkah 6 Rentangkan sekali lagi!
Bahkan dalam upaya melaksanakan konsep “ayunan panjang melalui bola”, kita menginginkan agar pemain merentangkan lengannya lagi. Disini dapat kita lihat hitter MLB menggunakan konsep itu hingga dia mendapat posisi “Power V” yang sering sekali dijadikan acuan.

Perhatikanlah bahwa kepala tetap diposisi segaris dengan bahu sebelah belakang, seakan akan menggunakan bahu itu sebagai acuan untuk membidik bola yang lewat. Itulah kalau pemain berhasil melakukan rotasi tubuh dibawah kepala yang tidak bergerak yang berkali kali kita sarankan. Pergelangan mulai berguling sehingga bat dapat dilepas ke gerak ayun terakhir (finish).
Berbicara tentang gerak ayunan terakhir, berikut ini beberapa gaya pemain yang berbeda. Sekali lagi ditegaskan bahwa itulah akibat kombinasi jenis bangun tubuh pemain, lokasi dimana bola pitch itu dikenai dan juga gaya pemain masing masing.

Agar supaya pemain tidak melupakan gagasan untuk sedapat mungkin “membiarkan bola melintas – let the ball travel”. Seperti misalnya ketika bola melintasi duapertiga plate sebelah luar. Biarkan bola itu sampai di titik sehingga dapat dipukul di bagian dalam bola. Saran “pertahankan tangan agar tetap berada di sebelah dalam bola” memiliki alasan yang cukup. Sudah lama dijadikan mantera para hitter hebat sejak mulai jaman Ty Cobb bermain. Itulah contoh contoh apa yang acap dipergunjingkan itu.

Perhatikan juga bahwa ada dua titik kontak yang ada di dekat pertengahan tubuh dan yang sedikit lebih dalam (deeper)! Itulah cara membiarkan bola melintas (allowing the ball to travel), dengan kesadaran dan kepercayaan diri yang penuh atas gerak ayunan yang hanya memiliki satu tujuan saja; menghajar bola ke segala arah! Ingatlah bahwa kebanyakan lemparan pitch melintas di duapertiga sebelah luar plate. Jika pemain membiarkan bola melintas maka pemain dapat menggunakan sebagian besar lapangan sebagai sasaran tembak sehingga akan dapat membantu pemain menjadi hitter yang lebih hebat (Be A Better Hitter)!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar