
Pegangan curveball Pegangan bola untuk melempar curveball sesungguhnya cukup sederhana dan tidak seperti jenis lemparan pitch yang lain, pegangan itu masih memungkinkan pitcher menggenggam bola dengan baik sehingga masih mudah dikontrol olehnya.
Tujuan jenis lemparan curveball ini adalah agar bola dengan tajam membuat tukikan ke bawah ketika sudah di dekat plate sehingga akan lewat dibawah bat yang diayunkan hitter.
Kunci lemparan itu adalah agar bola berpusing dari atas ke bawah (topspin), sehingga menimbulkan tahanan angin dengan jahitan bola sehingga bola lemparan pitch itu seakan akan jatuh atau menukik.
Simpan Rahasia

Sama dengan melempar jenis pitch lainnya, merahasiakan niat untuk melempar suatu jenis pitch adalah siasat yang harus dipakai. Separuh pertempuran melawan hitter ada pada "rahasia" itu. Lemparan curveball akan jauh lebih ampuh jika hitter sedang berharap dan menantikan lemparan fastball.
Sembunyikan bola di dalam glove ketika melampar pitch. Kalau tidak disembunyikan, maka batter (atau pelari atau base coach)akan dapat mengetahui lemparan apa yang akan dilempar pitcher.
Gerak Lempar
Gerak mekanik melempar curveball tidak berbeda jauh dengan lemparan lainnya. Pegangan ketika melepas lemparan itulah yang berbeda.

Lakukan gerak "wind up" seperti biasa, dan lempar dengan kecepatan ayunan lengan yang sama dengan ketika melempar fastball. Jangan sekali kali memperlambat kecepatan ayunan itu. Bola akan secara alamiah melambat dengan sendirinya ketika mendapat tahanan udara ketika berpusing kebawah sesuai dengan pegangan (curveball spin). Sudut lengan juga harus diperhatikan. Bayangkan seakan akan melakukan kampakan dengan sebuah kapak yang pegangannya pendek (semacam "tomahawk") seraya memegang bola ditangan lempar. Bagi pelempar kanan, telapak tangan harus menghadap ke arah base satu ketika bola melintas di atas kepala. Untuk pelempar kidal - terbalik, telapak tangan itu menghadap ke base tiga.
Siap Melepas Bola

Pertahankan agar sudut lengan masih sama, agar supaya batter tak dapat mem"baca" jenis lemparan curveball yang menjadi niat pitcher.
Ketika melempar, pergelangan tangan ter"kokang" dan terputar mengarah ke tubuh pitcher - bola dan telapak tangan menghadap pitcher. Siku tetap menghadap ke atas, putar pergelangan dan "sentak"kan pergelangan ke bawah seraya melepas bola. Bola tak akan bergerak patah jika gerak "sentakan"(snap)itu tidak dilakukan. Akan perlu banyak percobaan untuk menemukan titik perlepasan bola yang benar dan nyaman.
Gerak Lanjut - Follow Through

Melakukan gerak lanjut amat penting dilakukan, karena jika tidak dikerjakan, maka bola mungkin sekali akan meng'gantung'. Bola tidak akan bergerak patah ke bawah, ia mungkin akan berada di zona strike, dan pemukul yang cukup baik dapat memukul jauh hingga ke luar lapangan.
Seraya melakukan gerak lanjut, punggung tangan harus menghadap ke arah batter. Kaki putar (pivot foot - yang berada di atas bukit) harus terus bergerak maju, dan biarkan lengan lempar terayun menyilang tubuh sehingga pitcher akan tetap berada pada titik keseimbangan tubuh yang optimum dan siap menjaga daerah pertahanan untuk fielding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar