Seyogyanya orang mengupayakan agar jadi pemimpin atau “leader”, bukan melulu jadi manajer. Acapkali kata “management” mendapat konotasi negatip yang dikaitkan dengan makna seperti “mengendalikan, membekap orang, dan tak memberinya informasi (yang benar)”
Seorang pemimpin gemar mencipta visi dan lalu mendorong orang sekitar bersemangat mengerjakan apa yang dikerjakannya dan tak sabar untuk segera melaksanakan rencana sang pemimpin. Itulah gambaran seorang pemimpin sejati – seseorang yang mampu mengekspresikan visinya dan mendorong orang merealisasikannya.
Eksekutip perusahaan atau CEO tak patut memonopoli kepemimpinan – atau penemuan gagasan cemerlang. Setiap orang dapat saja jadi pemimpin asal saja ia tetap berkontribusi dan kontribusi yang paling berarti bagi banyak orang adalah penemuan gagasan bagus atau cemerlang. “Penemu gagasan yang bagus patut dijadikan pahlawan”, begitu kata Jack Welch, mantan CEO GE. Menurut pandangannya, tak ada yang lebih utama bagi sebuah organisasi daripada pemimpin yang mampu mengekspresikan gagasan dan menciptakan visi.
Gagasan baru dan baik seyogyanya dijadikan urat nadi sebuah organisasi, bahan bakar yang membuat mesin organisasi berjalan. Jika organisasi hanya tergantung kepada satu orang untuk menggali gagasan gagasan baru, maka badan itu akan segera tenggelam tak berbekas.
Artikulasikan visi, dan “bakarlah” orang lain untuk melaksanakannya.
Itulah esensi kepemimpinan. Siapapun dapat mengekspresikan sebuah visi dan lalu mendorong orang lain untuk dengan semangat tinggi mengupayakan agar visi tidak tinggal visi semata melainkan dapat direalisasikan, maka dia dapat jadi pemimpin.
Jangan mengatur segalanya dengan sangat terperinci.
Pemimpin sejati tahu benar bahwa tugasnya hanya sebatas memberi garis besar. Jangan mencampuri segala remeh temeh. Kerahkan saja orang orang mampu dan berilah kepercayaan untuk melakukan tugasnya masing masing.
Libatkan semua orang dan terimalah semua gagasan bagus dari manapun juga.
Karena sebuah organisasi sesungguhnya berintikan mendapat dan merealisasikan gagasan cemerlang dari siapapun juga, jangan sampai ada orang yang gagasannya diabaikan. Siapa tahu, orang paling pendiam di organisasi justru memiliki gagasan indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar