Rabu, 07 April 2010

Atlit Anak - Apa Yang Didambakannya

Semua anak berbeda dan ketika berpartisipasi dalam berolahraga mereka memiliki alasannya sendiri sendiri yang masing masing berbeda. Satu anak misalnya, partisipasi dalam olahraga semata mata sebagai sosialisasi saja. Ia hanya suka berkumpul bersama teman temannya yang baginya sudah sangat menyenangkan hatinya. Namun terbukti dia cukup atletis dan mulai menyadari perhatian yang tercurah kepadanya ketika ia bermain dengan sangat baik ketika memukul (at bat), ataupun ketika main sebagai fielder. Sebaliknya anak lain yang boleh jadi lebih muda justru hanya senang bermain main. Ia bermain untuk mendapat kesenangan yang diraihnya ketika bermain. Ia suka berkumpul dengan teman sebayanya, namun sesungguhnya tampak sebagai manfaat tambahan baginya selain bermain baseball atau softball.
Bagaimana dengan anak anak yang lain, mengapa mereka suka bermain baseball atau softball? Mereka memiliki alasan masing masing yang ada hubungannya dengan tingkat usianya dan kepribadiannya. Jelas bahwa pemain tingkat sekolah menengah akan memiliki alasan yang berbeda dengan anak usia 10 tahun. Sayangnya orang tua dan pelatihnya acap kali tidak menyadari apa yang diinginkan anak anak itu sebagai manfaat bermain cabang olahraga tertentu. Dipercaya bahwa ada tema tema umum yang dapat diberlakukan untuk segala tingkat usia:

Kesenangan - Fun
Anak anak tidak ingin bermain jika tidak menyenangkan hatinya. Sekali lagi, kita harus mempertimbangkan kepribadian dan usia anak pemain itu. Pitcher setingkat sekolah lanjutan boleh jadi menganggap berlatih keras agar dapat berhasil ketika bertanding akan cukup menyenangkan baginya. Jadi kompetisi baginya sangat menyenangkan. Bagi anak anak yang lebih muda kompetisi bukanlah yang terpenting. Mereka lebih tertarik pada aksi aksi dan kegembiraan campur ketegangan ketika bermain. Menang dan kalah acapkali lebih berarti bagi para pelatih dan orangtuanya daripada bagi anak anak itu sendiri.

Variasi dan Organisasi
Banyak orang berpendapat bahwa olahraga yang terorganisir bagi anak anak sangat membosankan. Mungkin akibat pengorganisasian itu kesenangan dan kegembiraan pada anak anak jadi hilang. Anak anak lalu terlalu lama hanya duduk duduk atau berdiri saja bukan bermain. Saya tak sepakat bahwa olahraga yang terorganisir akan membosankan. Akan sangatlah indah jika kita dapat hidup seperti masa lalu dimana anak anak pergi sendiri ke lapangan lalu bertemu kawan kawannya untuk bermain kasti, atau olahraga lain seperti baseball. Kenyataannya dimasa kini, para orang tua tidak akan berani mengijinkan anak anak itu pergi sendiri tanpa pengawasan – jarang ada lapangan yang letaknya masih dekat rumah. Justru kurangnya pengorganisasianlah di sebuah jadwal latihan yang sesungguhnya menimbulkan masalah itu. Ketika hanya satu anak memukul – hitting – sedangkan sisanya berada dilapangan mencoba menangkap dan menguasai bola, maka kegembiraan dan kesenangan itu lalu hilang dari kegiatan olahraga ini.
Yang didambakan anak anak adalah variasi dan aksi. Mereka ingin belajar keterampilan berbeda dan mereka ingin dapat berlari lari kesana kemari yang menimbulkan kesenangan baginya. Latihan yang senantiasa mendorong mereka untuk bergerak terus, bermain, belajar, dan mengandung variasi kegiatan akan menciptakan lingkungan yang akan membuat anak anak bergembira dan bersenang senang.

Membina Keterampilan
Anak anak menyukai belajar keterampilan yang baru. Perhatikanlah dan cobalah turut merasakan kegembiraan dan keceriaan seorang anak yang baru berhasil memukul bola atau menangkap/ menguasai bola untuk pertama kalinya. Ketika keterampilannya berangsur semakin baik, maka tantangan yang harus dihadapinya juga perlahan lahan ditambah. Jika mereka tak lagi tertantang maka minatnya akan segera lenyap!

Pertemanan
Semua anak mendambakan untuk dapat diterima dan disukai oleh sebaya dan setingkatnya. Bermain di sebuah regu memberi peluang untuk membangun pertemanan dan untuk berinteraksi dengan anak lain di lingkungan luar sekolah. Regunya memberi individu anak mengelompok dan memberinya identitas kelompok dan maksud serta tujuan bersama. Menyenangkan sekali berbagi pengalaman bersama teman teman. Banyak anak anak hanya akan bermain karena teman teman mereka ikut bergabung bermain yang justru menjadi daya tarik utama untuk ikut bergabung.

Aksi Dan Kegairahan
Pemain basket akan selalu ingat tembakannya yang telah memenangkan sebuah kejuaraan. Juga anak anak akan mengingat setiap tembakannya yang masuk basket. Dengan cara itulah sebuah kegiatan yang berpotensi menyenangkan akan berubah menjadi kegairahan dan tantangan. Anak anak sangat mendambakan mendapat gairah (excitement) di olahraga yang terorganisir sekalipun. Mereka ingin aksi (action); mereka ingin mendapat gairah. Tergantung kepada pelatihlah untuk menciptakan lingkungan semacam itu untuk dapat memenuhi dambaan anak anak itu.
Perhatian
Banyak anak anak terlibat olahraga karena dorongan orangtuanya atau bahkan orangtuanyalah yang mendaftarkan mereka. Dengan bermain olahraga dan berprestasi cukup baik mereka lalu mendapat perhatian dari orang tuanya maupun dari orang orang dekatnya. Anak anak sangat ingin menyenangkan orangtuanya dan dengan berkinerja baik mereka dapat menyaksikan bagaimana orang-tuanya lalu membanggakannya.

Kompetisi
Kompetisi ditempatkan paling ujung dengan satu alasan. Bukan karena anak anak tidak suka berkompetisi menghadapi rekan sebaya dan setingkatnya, kebanyakan dari mereka senang melakukannya. Namun banyak anak anak yang tidak menghendaki tambahan tekanan yang diterima dari pelatih dan orangtuanya. Tambahan tekanan itulah yang dapat melenyapkan rasa gembira, senang dan gairah berolahraga. Belajar menangani kompetisi dan kekecewaan dengan baik amatlah penting. Juga penting untuk pelatih dan orangtua untuk menyadari bahwa dambaan berkompetisi dan pentingnya berkompetisi bagi anak akan berkembang seiring dengan berkembangnya keterampilan yang dapat dikuasainya … secara berangsur angsur (tidak mungkin serta merta!). Banyak anak anak yang tidak siap disorongkan ke sebuah situasi kompetisi dimana mereka merasa tertekan untuk dapat berkinerja baik.

Komunikasi
Pastilah datar di atas tidak lengkap terkait tentang apa yang dicari dan didambakan anak anak untuk berpartisipasi di sebuah olahraga. Penting bagi pelatih dan orangtua untuk menyadari bahwa ada banyak alasan mengapa anak mau berpartisipasi dan bermain. Pastikan bahwa pendekatan atau hampiran (approach) cocok dan sesuai dengan dambaan pemain karena amat penting untuk dapat berhasil mendapatkan sebuah musim pertandingan yang memuaskan. Penting untuk mengetahui apa yang memotivasi anak dan para pemain lain di regu. Hanya dengan cara itulah pelatih dan orangtua dapat menyusun sebuah rencana setiap musim yang sesuai dengan dambaan anak anak pemain. Tentu saja dengan syarat bahwa rencana umum organisasi olahraga baseball dan softball diketahui secara transparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar