Pertama tama yang harus dilakukan pemain untuk menambah tenaga pukulan batting-nya adalah pergi ke sebuah fasilitas pembinaan fisik (gym) dan melakukan beberapa latihan pembinaan kekuatan. Pemain perlu memiliki lengan, lengan bawah dan pergelangan tangan yang kuat. Jadi carilah latihan yang akan membina kekuatan lengan dan pergelangan agar menjadi lebih kuat dan perkasa. Selain itu pemain juga perlu memiliki tubuh bagian tengah (core section) yang kokoh dan kuat. Jadi pemain perlu melakukan latihan latihan tubuh bagian tengah dan perut (midriff) yang akan membantu kekuatan tubuh membuat putaran rotasi tubuh dan memberi daya dorong menambah laju ayunan dan kekuatan bat. Jangan pula dilupakan bahwa pemain juga perlu kaki yang kuat agar supaya dapat membantu memberi daya kecepatan laju ayunan bat. Jadi ketika berada di fasilitas latihan pembinaan fisik, ketiga bagian tubuh itu sangat perlu mendapat perhatian untuk dibina sebaik baiknya untuk membantu pemain mengayunkan bat dengan cepat dan kuat. Tidak hanya ketiga bagian tubuh itu saja yang berperan ketika memukul bola lemparan pitch.
Pemain juga harus membina keseluruhan tubuhnya ketika mengayunkan bat. Salah satu hal yang diperlukan adalah keseimbangan tubuh; hal lainnya adalah rotasi untuk memberi daya dorong ayunan bat dengan lebih banyak massa tubuh yang pada gilirannya akan menciptakan kecepatan laju (velositas) bat.
Untuk dapat melakukannya pemain harus memanfaatkan bagian inti (core section) dan paruh bawah tubuhnya ketika membuat gerak ayunan itu. Itulah yang menciptakan kekuatan ayunan itu.
Pemain juga harus selalu memposisikan jarak kedua lututnya agar lebih dekat daripada jarak antara kedua kakinya selama melakukan gerak ayunan dari mulai ketika ujung depan kaki sebelah depan menyentuh tanah, pemain perlu memposisikan mata sebelah belakang atau sebelah dalam (mata kanan bagi pemukul kanan) di tengah tengah sehingga akan membantu keseimbangan batter.
Ingatlah, ketika mengawali ayunan, pinggul dan lutut sebelah belakang (yang mulai “rubuh”) harus berputar ke arah datangnya bola yang akan menambah pemanfaatan massa tubuh, “kepadatan” tubuh yang bergerak itu akan menambah kekuatan pukulan. Jadi seraya bola dilempar pitcher pemain menyentuh tanah dengan ujung kaki dan segera sesudah bagian tumitnya tertanam ke tanah, lutut sebelah belakang akan mulai berputar dan menurun. Pemain lalu mulai memanfaatkan paruh tubuh bagian bawahnya. Sementara itu bat masih belum bergerak ke zona pukul. Seraya menggerakkan ujung bawah (knob) bat agar satu bidang dengan datangnya bola, yang acap kali disebut posisi ‘bat lag’ (bat masih tertinggal dan masih harus menyusul), maka kaki sebelah belakang sudah sepenuhnya terputar sehingga tali sepatu akan menghadap ke arah pitcher dan berposisi tegak lurus dengan permukaan tanah.
Jadi pemain ‘berpijak’ dengan ujung kaki yang harus tegak lurus dengan tanah. Telapak satu tangan harus menghadap ke atas dan yang sebelah lagi menghadap ke bawah ketika perkenaan (kontak) dengan bola terjadi dan kedua lengan masih bengkok (flexed) untuk saat berikutnya bergerak lurus untuk ‘melempar’ ujung bat ke titik sekitar sama tinggi dengan dada. Lalu gerakan diselesaikan dengan posisi bat berakhir di atas bahu sehingga bat itu lebih lama berada dalam satu bidang dengan arah bola.
Pastikan pemain memahami bahwa pinggul dan lutut sebelah belakang bergerak sebelum bat bergerak karena itulah yang memberi daya tenaga ekstra yang diperlukan untuk menciptakan kekuatan pukul.
Ingatlah untuk mengunjungi ruang pembinaan fisik, melatih gerak dasar agar urutan gerak itu benar sesuai dengan gerak ayun, maka daya pukul tingkat tinggi yang didambakan insya Allah dapat diperoleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar